Press Release : Kongres Koperasi ke-III Diikuti Semua Pemangku Kepentingan Koperasi

PIPnews.co.id | Jakarta – Masih dalam rangkaian kegiatan Harkopnas ke-70 pada tanggal 11-15 Juli 2017 di kota Makasar, Sulawesi Selatan, Dekopin bersama-sama Kementerian Koperasi dan UKM serta IKOPIN juga menyelenggarakan Kongres Koperasi Indonesia ke-III, yang pesertanya datang dari berbagai stakeholder koperasi seluruh Indonesia.

Ketua Pelaksana Kongres Koperasi ke-III, Agung Sudjatmoko, yang juga sebagai Ketua Harian Dekopin mengatakan, persidangan Kongres Koperasi di diadakan di Grand Clarion Hotel and Convention, Makasar pada 11-15 Juli 2017, dengan tema “Membangun Komitmen untuk Mewujudkan Koperasi Sebagai Pilar Negara”. Kongres ini akan dibuka pada malam 12 Juli 2017 oleh Presiden Joko Widodo dan kemudian rencananya akan ditutup oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla pada malam hari tanggal 14 Juli 2017.

Kongres ini merupakan lanjutan dari Kongres Koperasi ke-II di kota Bandung pada tahun 1953 (setelah 64 tahun). Sebagai lanjutan, maka Kongres kali ini dihadiri seluruh elemen bangsa yang mempunyai kontribusi membangun perekonomian yang lebih maju, merata dan berkeadilan melalui koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian.

Kongres ini adalah ajang pertemuan besar dari para wakil Pemangku Kepentingan Koperasi (Pemerintah, DPR/DPRD, Dekopin, Pelaku/Praktisi Koperasi, Akademisi, Peminat dan Pengamat Koperasi, BUMN, BUMS dan Masyarakat), untuk bermusyawarah dan mengambil keputusan strategis dalam rangka merumuskan secara komprehensif dan implementatif untuk menjadikan Koperasi Sebagai Pilar Negara.

Ada 17 orang Narasumber yang diagendakan hadir pada Kongres ini, antara lain Setyo Novanto (Ketua DPR-RI), Bambang Brojonegoro (Menteri PPN/Kepala Bappenas), Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan), AAGN Puspayoga (Menteri Koperasi dan UKM), Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian), Amran Sulaiman (Menteri Pertanian), Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan), Azam Khan (International Finance Corporation), Samuel D. Filiaci (Direktur NCBA), Mr Bobby Chin (Chairman of NTUC Fairprice Cooperative), Edi Kartika (Ketua Umum KWSG), Burhanuddin Abdullah (Rektor Ikopin), I Nyoman Suwirta (Bupati Klungkung-Bali), H.AM Nurdin Halid (Ketua Umum Dekopin), Rosan Perkasa Roeslani (Ketua Umum Kadin Indonesia), Soetrisno Bachir (Ketua KEIN) dan Soekarwo (Gubernur Jawa Timur).

Maksud, Tujuan, Output dan Outcome Kongres Koperasi ke-III

Kongres Koperasi ke-III ini dimaksudkan untuk membangun kesadaran bersama seluruh elemen bangsa untuk menegaskan kembali reafirmasi komitmen kebangsaan untuk membangun perekonomian Indonesia yang lebih berkeadilan berdasarkan UUD 1945 dalam rangka mewujudkan koperasi sebagai pilar negara.

Sedang tujuan dari Kongres (1), Memfasilitasi berbagai pihak yang berkepentinganh dengan pembangunan koperasi Indonesia, untuk menyepakati berbagai sasaran dan tindakan yang harus dicapai setiap lima tahun ke depan, (2) Merumuskan dan menyepakati langkah-langkah strategis untuk membangun masyarakat berbasis kerjasama yang lebih berkeadilan dengan memanfaatkan Road-Map pembangunan koperasi Indonesia., (3) Mengevaluasi secara rutin pencapaian pembangunan koperasi yang telah dilaksanakan sebelumnya, dan (4) Melakukan penyesuaian Road-Map pembangunan koperasi Indonesia dengan perkembangan ekonomi global.

Output dari Kongres adalah, (1) Deklarasi untuk reafirmasi komitmen membangun perekonomian Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (2) Menyepakati usulan yang akan diajukan kepada pemerintah untuk menyelenggarakan sensus koperasi nasional (Suskopnas) sekali dalam 10 tahun sebagai dasar penguatan implementasi road-map pembangunan koperasi. (3) Menyepakati dan meluncurkan roadmap 30 tahun pembangunan koperasi. (4) Menyepakati dan meluncurkan roadmap 30 tahun pengembangan pendidikan koperasi. (5) Menyepakati penyelenggaraan kongres koperasi secara reguler 5 tahun sekali untuk mengkaji ulang pelaksanaan, melakukan  penguatan implementasi, dan menyusun prospek perkembangan koperasi 5 tahunan. (6) Menyepakati usulan untuk memperkuat  struktur dan menambah kewenangan kementerian koperasi dan pembinaan kewirausahaan.

Outcome nya, adalah (1) Dicantumkannya kembali penjelasan pasal 33 dalam batang tubuh UUD 1945, (2) Diprioritaskannya penyusunan dan pengesahan Undang-Undang tentang Perekonomian Nasional, (3) Terciptanya koperasi sebagai soko guru perekonomian, yang didukung oleh berbagai kebijakan dan mengacu pada roadmap pembangunan koperasi Indonesia, (4) Terciptanya Sumber Daya Manusia koperasi handal yang merupakan produk dari sistem pendidikan nasional, yang memenuhi standar kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan penumbuhkembangan koperasi Indonesia yang berorientasi global.

Adji Gutomo

1 Lacakbalik & Pingbalik

  1. Press Release : Kongres Koperasi ke-III Diikuti Semua Pemangku Kepentingan Koperasi – PUSAT DATA ANGGOTA KOPERASI

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*