Investasi Bodong Berkedok Koperasi Tidak Ada di Sumut

Mohammad Zein Siregar, Kepala Dinas Koperasi & UKM Sumut

PIPnews.co.id | Sumut – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara, Mohammad Zein Siregar menjelaskan, sampai sejauh ini tidak ada ditemukan lembaga berbentuk koperasi di Sumatera Utara yang menawarkan investasi bodong kepada masyarakat.

“Koperasi tidak menjadi lembaga investasi. Dan koperasi modus investasi nihil, atau tidak ada di Sumatera Utara,” kata Mohammad Zein di Hotel Putra Mulia, medan belum lama ini.

Dia yang menyampaikan itu usai membuka bimbingan teknis (bimtek) penerima bantuan sosial sarana yang bersumber dari APBD kabupaten/kota se-Sumut menegaskan, koperasi hadir tidak pernah menawarkan diri. Tapi keanggotannya bersifat sukarela dan mengutamakan azas demokratis.

Kemudian dalam koperasi dikenal pembagian sisa keuntungan yang diberikan setiap tahun dan pemberian balas jasa terhadap modal yang diberikan. “Jadi mustahil koperasi menawarkan investasi dengan iming-iming bagi keuntungan 10 persen,” ungkapnya.

Menurut dia, pengalaman di Jakarta beberapa waktu yang lalu penipuan melalui Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Mandiri Group (KSP PMG) yang merugikan dana masyarakat dalam jumlah relatif sangat besar, harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua bahwa secara resmi koperasi tidak pernah menawarkan kepada anggotanya untuk berinvestasi.

“Itu jelas penipuan dan diminta warga segera melaporkan ke dinas koperasi terdekat kalau mendapati kasus serupa,” kata Zein, seperti dikutip dari Analisa Medan.

Dalam kesempatan itu, Kadiskop menyampaikan komitmen untuk terus mengembangkan koperasi di Sumut sehingga 10.668 koperasi yang aktif sampai sekarang ini dapat lebih terarah dan memberikan manfaat langsung kepada anggota dan masyarakat.

Dijelaskan Zein, pertumbuhan koperasi di Sumut sangat pesat untuk itu perlu ada pengawasan yang ketat. Kepada pembina dan pengurus, ungkapnya penting dilakukan bimtek dan pelatihan SDM, sehingga dapat memajukan koperasi di daerah masing-masing.

Kadiskop berharap agar kegiatan bimtek kepada pembina dan pengurus koperasi penerima bantuan sosial sarana se-Sumut dapat lebih memajukan koperasi sehingga dapat memberi dampak positif pada pembangunan nasional, mengurangi kemiskinan dan menciptakan masyarakat madani dan demokratis.

Selain itu tambahnya, pembina dan pengurus koperasi selalu melakukan evaluasi perkembangan koperasi dan memberi data kepada Diskop dan UKM kabupaten/kota serta diteruskan ke Diskop dan UKM Provsu. “Semoga dengan kegiatan bimtek ini dapat menjadi solusi dalam hal pembinaan penerima bantuan sosial, sehingga terwujud koperasi yang sehat, berkualitas dan profesional,” harapnya.

Ketua Panitia Darnel Tarigan SE melaporkan, bimtek dilaksanakan dua hari, diikuti peserta 30 orang. Tujuan kegiatan memotivasi dan memicu pembina dan pengurus koperasi agar mampu mengembangkan usaha koperasi khususnya koperasi yang menerima bantuan sosial. Memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk berinovasi guna meningkatkan daya saing.

Sebagai narasumber pada kegiatan itu adalah Kepala UPT Promosi Salmek Saragih SH MHB, Kabid Pemberdayaan Koperasi Ir Semetsen Kaloko dan ASN eselon III dan IV lingkungan Diskop. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*