Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid “Banjir” Pujian Karena Sukses Menggelar Harkopnas dan Kongres Koperasi

Presiden Joko Widodo membuka Harkopnas ke-70 didampingi Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid (dua dari kanan).

PIPnews.co.id | Makassar – Sukses menggelar even akbar Hari Koperasi Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-70 yang digelar di kota Makasar, Sulawesi Selatan pada 12 Juli 2017, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid mendapat pujian dari berbagai pihak. Tidak tanggung-tanggung, pujian datang dari Presiden Joko Widodo, Presiden Asean Co-operative/Angkasa Malaysia Dato Abdul Fatah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro.

Selain itu, juga seluruh Ketua Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) 34 Provinsi dan 450 Ketua Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) tingkat kabupaten dan kota seluruh Indonesia, juga menyampaikan kekagumannya atas kesuksesan Harkopnas ke-70 dan Kongres Koperasi ke-III, yang dimulai sejak 11 hingga 15 Juli 2017.

Menko Bidang Perekonomian Darman Nasution bahkan menyebut, kondisi koperasi Indonesia semenjak ada di tangan Nurdin Halid, yang juga dududk sebagai Ketua Harian Partai Golkar semakin membaik. Untuk itu patut diberi apresiasi.

“Pembangunan ekonomi tetap menjadi acuan pemerintah, kinerja pertumbuhan dua tahun terakhir cukup baik, perkembangan koperasi dinilai selalu menunjukkan arah positif. Angka 2,5 persen koperasi aktif menunjukkan peningkatan ditangan Nurdin Halid,” ungkap Darmin di Grand Clarion Hotel & Convention, Makasar seusai memberikan pengarahan pada peserta Kongres Koperasi ke-III, Kamis 13 Juli 2017.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2010-2013 ini menyebut, koperasi memang harus berada ditangan orang seperti Nurdin Halid. Masih banyak tantangan yang harus dilakukan Dewan Koperasi itu sendiri. “Koperasi harus diolah secara profesional,” tutur Darmin. Seraya menambahkan, Nurdin Halid memang memiliki leadership yang kuat.

Pujian juga datang dari Presiden Asean Co-operative (ACO) Dato’ Abdul Fatah. Ia kagum dengan kesuksesan Nurdin Halid menghadirkan kongres yang luar bisa besar. “Ini luar biasa. Pak Nurdin berhasil membuat kongres koperasi yang sangat besar dan meriah yang diikuti sekitar 1.000 peserta gerakan koperasi dari seluruh Indonesia. Patut diacungi jempol,” imbuhnya kepada Pipnews.co.id, usai memberikan ceramah kepada peserta kongres.

Usai menerima Hasil Kongres Koperasi ke-III, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berjabat tangan dengan Ketua Umum dekopin Nurdin Halid (Pipnews/Yannes).

Usai menerima Hasil Kongres Koperasi ke-III, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berjabat tangan dengan Ketua Umum dekopin Nurdin Halid (Pipnews/Yannes).

Mendapat pujian dari berbagai pihak, Nurdin Halid tetap merendahkan diri menganggap kesuksesan Harkopnas serta Kongres Koperasi di Makasar sebagai lesuksesan semua pihak. “Ini adalah kesuksesan kita bersama,” ujarnya.

Ketua Dekopinwil DI. Yogyakarta Syahbenol Hasibuan menyampaikan hal yang sama. Ia bahkan menyebut Harkopnas ke-70 tahun 2017 di Makasar merupakan yang termegah dari yang pernah mereka alami.

“Inilah Harkopnas yang paling akbar dan lengkap. Tidak habis pikir bagaimana menggerakkan masyarakat hadir dalam upacara sebanyak itu,” kata Syahbenol, yang selain penah sebagai Direktur di Kementerian Koperasi dan UKM, adalah juga mantan Kakanwil Dinas Koperasi & UKM di DI. Yogyakarta.

Syahbenol juga angkat topi dengan keseriusan merancang kongres koperasi yang digelar kembali tahun ini  setelah terakhir digelar 64 tahun silam. “Kongres ini kami maknai sebagai montem kesiapan koperasi menjadi pilar negara. “Insya Alllah, akan terwujud kelak,” ujar Syahbenol.

Ketua Dekopinda Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan Haji nMustari menyebut, pelaksanaan Kongres di Sulsel tidak akan terklaksana jika Dekopin bukan dipimpin orang Sulsel.

“Kita sangat bersyukur sekali, karena dengan Bapak Nurdin Halid jadi pemimpin Dekopin , akhirnya Sulsel kembali lagi jadi tuan rumah acara besar Koperasi Nasional. Acara koperasi seperti ini tidak pernah lagi dilaksanakan selama 30 tahun lebih di Sulsel,” kata Mustori. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*