Produk UMKM Masih Sulit Bersaing di Toko Modern

PIPnews.co.id | Ngamprah – Produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung Barat (KKB) masih sulit bersaing dengan produk-produk lainnya di toko modern atau minimarket. Hal ini di antaranya disebabkan minimnya modal yang dimiliki para pelaku UMKM.

Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi dan UMKM KBB Wewen Surwenda mengatakan, sebenarnya beberapa minimarket sudah menjajakan produk-produk UMKM. Hal itu menyusul instruksi Bupati Bandung Barat tahun lalu di mana minimarket diminta untuk memiliki gerai produk-produk UMKM.

“Namun kendalanya, minimarket memasarkan produk UMKM dengan sistem konsinyasi, di mana pembayaran baru dilakukan ketika barang sudah habis terjual. Sementara, pelaku UMKM perlu perputaran uang yang cepat untuk bisa terus berproduksi,” ujarnya di Ngamprah pada 19 Juli 2017, saat digelar pameran produk UMKM.

Menurut Wewen, para pelaku UMKM banyak yang tidak sanggup dengan sistem tersebut. Akibatnya, beberapa pelaku UMKM pun kembali menarik produk-produk mereka dari toko modern atau minimarket.

Sementara untuk permodalan, lanjut dia, Pemkab tidak bisa membantu para pelaku UMKM dengan uang. Akan tetapi, Pemkab membantu dalam bentuk pembinaan dan pelatihan.

“Dari total sekitar 20.800 pelaku UMKM, saat ini kami membina sekitar 6.800 pelaku. Pembinaan mencakup berbagai hal, seperti pemasaran agar produk-produk mereka bisa bersaing,” ujarnya.

Wewen juga mengaku telah berkoordinasi dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia KBB agar membantu pemasaran produk-produk UMKM di hotel dan restoran. Namun, baru sedikit hotel/restoran yang melakukannya.

Gerai produk UMKM

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu KBB Ade Zakir membenarkan, bahwa beberapa minimarket sudah memiliki gerai produk UMKM. Bahkan, hal itu menjadi salah satu syarat perizinan minimarket. Izin ini berlaku untuk minimarket yang sudah berdiri ataupun baru berdiri. Sebab, izin minimarket diperbarui setiap lima tahun.

Meski demikian, dia juga mengakui, produk-produk UMKM masih kalah bersaing dengan produk-produk umum lainnya. Dia menduga, hal itu tidak terlepas dari soal kualitas produk. “Pada akhirnya, kembali kepada kualitas. Sebab yang namanya konsumen pasti membeli produk berdasarkan kualitas,” ujarnya, seperti dilansir Pikiran Rakyat.

Sebelumnya, Bupati Bandung Barat Abubakar mengungkapkan, aturan bahwa minimarket di KBB harus memiliki gerai UMKM dibuat untuk melakukan proteksi terhadap para pelaku UMKM. Sebab, menurut dia, kendala yang biasanya dihadapi para pelaku UMKM adalah pemasaran. (Yan)

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. Produk UMKM Masih Sulit Bersaing di Toko Modern – PUSAT DATA ANGGOTA KOPERASI

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*