Sebanyak 134 Penghargaan Untuk Koperasi Berprestasi dan Bhakti Koperasi

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menyematkan penghargaan Bhakti Koperasi kepada Kamaruddin Batubara SE, Presiden Direktur Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia. (Pipnews/Yannes)

PIPnews.co.id | Makassar – Sudah menjadi tradisi bahwa setiap memperinganti Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) yang jatuh pada tangga 12 Juli setiap tahunnya, Kementerian Koperasi dan UKM senantiasa memberikan penghargaan. Tak terkecuali pada peringatan Harkopnas ke-70 yang digelar di kota Makasar, Sulawesi Selatan pada 12 Juli 2017, juga diwarnai dengan pemberian penghargaan.

Penghargaan diberikan oleh Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga di Hotel Karebosi, Makasar pada malam hari 11 Juli 2017. Hadir dalam acara itu Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid, Gubernur Sulsel Sahrul Yasin Limpo, serta para Deputi Kementerian Koperasi dan UKM.

Ada dua jenis penghargaan yang diberikan, yaitu penghargaan kepada Koperasi Berpretasi Tingkat Nasional, dan penghargaan “Bakti Koperasi” kepada para pejabat dan tokoh yang dianggap telah ikut berjasa  membangun koperasi.

Sebut saja misalnya Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Tangerang/Banten) dan L. Frediyanto SM, General Manager Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas (Maumere/NTT), adalah dua diantara praktisi koperasi penerima penerima Anugerah Bakti Koperasi.

Sesuai keterangan tertulis yang didapat Pipnews.co.id, total semua penghargan yang diberikan tercatat sebanyak 134 buah. Terdiri dari bupati/wali kota 20 orang, pejabat daerah dua orang, Kepala Dinas Provinsi 18 orang, Kepala Dinas Kabupaten/Kota sembilan orang, tokoh masyarakat 48 orang, dan koperasi berprestasi 37 orang pengurus koperasi.

 Ke-20 bupati/wali kota itu adalah Bupati Deli Serdang (Sumut), Bupati Dharmasraya (Sumbar), Bupati Kerinci (Jambi), Bupati Garut (Jabar), Bupati Kuningan (Jabar), Bupati Tasikmalaya (Jabar), Bupati Kudus (Jateng), Bupati Sintang (Kalbar), Bupati Kapuas Hulu (Kalbar), Bupati Tanah Laut (Kalsel), Wali Kota Tangerang, Wali Kota Kediri (Jatim), Wali Kota Pasuruan (Jatim), Wali Kota Manado (Sulut), Wali Kota Gorontalo, Wali Kota Bitung (Sulut), Wali Kota Makassar (Sulsel), Wali Kota Ternate (Maluku Utara), Wakil Wali Kota Bandung (Jabar), dan Wakil Wali Kota Mataram (NTB).

 Seusai acara itu, Menkop dan UKM, Anak Agung Puspayoga menjelaskan, jajarannya akan terus menggulirkan program reformasi koperasi untuk menghasilkan koperasi berkuakitas. “Koperasi berkualitas sudah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produk domestik bruto (PDB), kewirausahaan dan bisnis e-commerce”, tegas Puspayoga.

 Berdasarkan Data Kemkop dan UKM, kontribusi koperasi sebagai suatu lembaga terhadap PDB Nasional pada tahun 2013 sebesar 1,71 persen. Pada era Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Jokowi-JK, telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan hingga pada tahun 2016 mencapai sebesar 3,99 persen.

 Apabila kontribusi koperasi tersebut diperhitungkan berdasarkan kontribusi anggota yang merupakan pemilik dan sekaligus pengguna, diperoleh perkiraan kontribusi anggota koperasi pada PDB nasional pada tahun 2013 mencapai sebesar 13,56 persen. Dengan demikian, kontribusi total koperasi sebagai suatu lembaga beserta anggotanya pada tahun 2013 mencapai sebesar 15,27 persen. Pada tahun 2016, diperkirakan kontribusi anggota koperasi terhadap PDB nasional sebesar 20,71 persen.

Dengan demikian, kontribusi total koperasi sebagai suatu lembaga beserta anggotanya pada tahun 2016 mencapai sebesar 24,70 persen. “Capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen pemerintahan Jokowi-JK untuk terus mengembangkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional yang sehat, kuat, mandiri dan tangguh,” kata Puspayoga.

 Tak hanya PDB, capaian positif juga terjadi di program kewirausahaan nasional. Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah sudah menjalankan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN). Puspayoga mengatakan, GKN adalah gerakan yang tumbuh dari bawah, sehingga memiliki pondasi yang kuat untuk berkembang.

 Rasio tingkat aktivitas kewirausahaan Indonesia pada tahun 2013 yang semula sebesar 1,55 persen saat ini telah mengalami peningkatan menjadi sebesar 3,01 persen. Peningkatan ini menunjukan adanya peningkatan ratio tingkat aktivitas kewirausahaan sebesar 1,46 persen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. (Yan)

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. Sebanyak 134 Penghargaan Untuk Koperasi Berprestasi dan Bhakti Koperasi – PUSAT DATA ANGGOTA KOPERASI

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*