Gerakan Koperasi Harus Membangun Gerakan Satu Desa Satu Koperasi

PIPnews.co.id | Makassar – Persoalan perkembangan globalisasi, khususnya masalah ekonomi memang tak bisa dianggap sepele. Pasalnya, perkembangan globalisasi seiring dengan kemajuan teknologi dan kemajuan teknologi sangat berpengaruh dalam tantangan persaingan ekonomi.

Hal itu disampaikan Agung Sudjatmoko, Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dalam diskusi publik “Peran Koperasi, Kemitraan Usaha Menuju Ekonomi Berkeadilan”, di acara Kongres Koperasi, di Hotel Grand Clarion, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (13 Juli 2017).

Agung mengatakan, generasi tahun 2000-an merupakan era milenial. Dunia Milenial adalah era dunia teknologi digital. Dengan kecanggihan teknologi digital, generasi muda banyak yang sukses menjadi wirausahawan, dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Salah satu contohnya adalah, kisah kesuksesan pencetus usaha ojek online “Gojek” yang dirintis Nadiem Makarim yang saat ini meraup keutungan puluhan bahkan sampai ratusan miliar.

Strategi usaha bisnis ojek online itu mengadopsi Koperasi yang selama ini kita terapkan. Contohnya, semua orang bebas kapan masuk anggota Gojek dan setiap orang bebas tidak lagi menjadi anggota Gojek dan itu sama seperti keanggotaan Koperasi.

“Nah, bagi anggota Gojek yang bekerja keras, maka dia berhak mendapat penghasilan yang lebih besar dari perusahaan Gojek. Kalau anggotanya dia tidak serius bekerja, maka penghasilannya sedikit dan itu juga sama seperti pola kerja di Koperasi,” ujarnya kepada peserta Kongres Koperasi.

Intinya, perusahaan Gojek yang belum lima tahun berdiri sudah banyak meraup keuntungan, karena memanfaatkan fasilitas teknologi informasi. Sementara, banyak usaha Koperasi yang sudah puluhan tahun berdiri namun masih dihadapkan persoalan internal dan minim memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dalam menjalankan kegiatan perekonomian Koperasi.

Saling Sinergi    

Selain itu, regenerasi kepemimpinan dan penguatan sumber daya manusia (SDM) pengurus dan anggota Koperasi juga harus diperkuat dalam bentuk pendidikan dan pelatihan. Dia juga menekankan, gerakan Koperasi harus kembali pada semangat gotong royong dan saling bersinergitas untuk menghadapi perusahaan global.

“Kalau bisa saling bersinergi, saya yakin kedepannya Koperasi bisa menjadi Pilar Negara, karena cita-cita Koperasi adalah memang untuk mewujudkan bangsa yang berdaulat dalam bidang ekonomi sesuai falsafah Pancasila dan UUD 1945,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr Gunawan Soemodiningrat, pakar ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM), juga menegaskan kunci utama untuk membangkitkan kekuatan gerakan Koperasi dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Sarannya sudah waktunya Dekopin menjadikan Koperasi agenda nasional dengan cara membangkitkan “Satu Desa Satu Koperasi”.

Dengan membangkitkan gerakan Satu Desa Satu Koperasi, Gunawan optimis yakin gerakan tersebut akan menjadikan gerakan Koperasi di Indonesia bisa menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Pasalnya, semangat Koperasi itu semangat kebersamaan yang berlandaskan semangat gotong royong.

“Dengan membentuk gerakan Satu Desa Satu Koperasi, saya yakin Indonesia bisa berdaulat dalam ekonomi, karena gerakan Koperasi itu yang sebenarnya perusahaan rakyat yang dikelola oleh rakyat dengan cara mandiri,” ujarnya.

Gunawan juga menegaskan, agar Dekopin memperkuat posisi tawar politiknya kepada pemerintah dalam rangka gerakan Koperasi. Maksudnya, pemerintah harus lebih ikut terlibat memperhatikan Koperasi, karena semangat ekonomi Koperasi dibangun atas kebersamaan. (Agus)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*