25 Koperasi di Kota Mojokerto Dibubarkan

Walikota Mojokerto, Masud Yunus diwawancarai wartawan. (Istimewa)

PIPnews.co.id | Mojokerto – Sampai dengan pertengahan 2017, sebanyak 25 unit koperasi dari 123 koperasi yang ada di Kota Mojokerto, Jawa Timur sudah dibubarkan oleh Pemerintah Kota Mojokerto. Hal ini dilakukan karena badan usaha rakyat tersebut disinyalir sudah tak sehat dan merugikan anggotanya.

Walikota Mojokerto, Masud Yunus usai membuka Hari Koperasi ke-70, di gedung Astoria membenarkan hal tersebut. “Kita melakukan pembinaan terhadap badan usaha koperasi dengan harapkan perannya membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Tapi kalau sudah tidak bisa, ya dibubarkan saja,” ungkapnya, Senin (24/7/2017).

Masih kata Walikota, banyak badan usaha koperasi yang nakal sehingga Pemkot Mojokerto lebih selektif lagi dalam memverifikasi pendirian koperasi. Dengan harapan rakyat tidak dirugikan karena keberadaan badan usaha yang tidak bisa melaksanakan kegiatan sesuai aturan.

“Pemkot akan memperketat ijin pendirian koperasi yang diajukan yakni dengan verifikasi pembentukan badan usaha koperasi supaya nantinya tidak merugikan anggotanya dan masyarakat yang lain. Diharapkan, koperasi sebagai badan usaha rakyat dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Dengan begitu, lanjut Walikota koperasi dapat bersinergi dengan usaha-usaha yang ada untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Walikota menambahkan, dengan begitu masyarakat dapat mengajukan tambahan usaha modal untuk usahanya dengan bunga yang ringan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (DKUMTK) Kota Mojokerto, Hariyanto menjelaskan, sebanyak 25 koperasi dibubarkan karena dianggap sudah tidak sehat. “Ada 25 usaha kita bubarkan karena sudah tidak lagi melakukan kegiatan Rapat Anggota Tahun,” uajarnya, seperti dilansir Beritajatim.

Menurutnya, dengan memperketat verifikasi pembentukan koperasi baru, pihaknya berharap agar masyarakat tidak dirugikan karena keikutsertaannya dalam koperasi nakal. Pihaknya juga akan terus melakukan pembinaan terhadap keberadaan koperasi yang ada sehingga perekonomian masyarakat bisa meningkat. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*