Meski Masih Pembenahan Koapgi Mampu Mencetak SHU Rp 4,241 Miliar

Ketua Koapgi Rimon B Sukandi (kanan) dengan Rizkan, Direksi PT Garuda Indonesia

PIPnews.co.id | Banten – Tak bisa terbantahkan, bahwa ribut-ribut soal rebutan kepemimpinan yang sempat terjadi ditubuh Koperasi Awak Pesawat Garuda Indonesia (KoapgI) pada tahun 2016, telah berdampak terhadap turunnya perputaran usaha yang dikelola koperasi ini. Akibatnya, selain asetnya anjlok, juga pendapatannya menurun cukup lumayan.

Terungkap dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XV Koapgi Tahun Buku 2016, yang digelar di Gedung Serba Guna Garuda Maintenance Facility (GMF), komplek Bandara Sukarno Hatta, Tangerang, Banten, pekan lalu, bahwa aset Koapgi turun dari Rp 237,852 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp 195,035 miliar pada 2016.

Sedangkan keuntungan berupa Sisa Hasil Usaha (SHU) anjlok dari Rp 6,237 miliar pada 2015 menjadi sebesar Rp 4,241 miliar. “Atau turun sekitar Rp 2 miliar,” tutur Ketua Koapgi Rimond B Sukandi dalam laporan pertanggungjawaban pengurus.

Rimond mengaku, peristiwa tahun 2016 yang sempat mengalami dualisme kepemimpinan, telah membuat usaha Koapgi kacau balau. Bahkan pelayanan unit simpan pinjam sempat ditutup untuk beberapa hari lamanya. Jadi wajar kalau omset menurun.

Situasi dan kondisi Koapgi sekarang ini pun menurut Rimond masih dalam proses tata kelola administarasi, akibat dinamika yang terjadi sebelumnya. Dinamika dimaksud melanda hampir keseluruh unit, baik yang menyangku administrasi, legalitas, operasional maupun keuangan.

“Namun berkat kepedulian dari para anggota, sedikit demi sedikit permasalahan yang terjadi bisa diatasi. “ ujar Rimond. Seraya menambahkan bahwa pada tahun 2017, ia yakin perbisnisan Koapgi akan bangkit kembali. Saat ini jumlah anggota Koapgi tercatat 5.260 orang, atau turun 37 orang dibanding tahun 2015 sebanyak 5.297 orang.

Terkait omset pencapaian tahun 2017, Koapgi menargetkan peningktan terhadap semua unit – unit usaha yang dikelola. Penjualan kredit konsumtif misalnya, dianggarkan naik dari Rp 60 miliar menjadi Rp 80 miliar. Begitu pula dengan penjualam kredit emergency diangarkan naik dari Rp 35 miliar menjadi 46 miliar.

Sementara penjualan barang di unit jasa konsumen dianggarkan tetap sebesar Rp 6,5 miliar, dan penjualan kredit barang sebesar Rp 2 miliar. Dengan demikian target omset tahun 2017 dipatok 134,5 miliar. Sedang pendapatan usaha dari unit jasa konsumen dianggarkan sebesar Rp 6,5 miliar dengan harga pokok Rp 5 miliar.

Bersamaan dengan RAT ini, Rimond B Sukandi terpilih kembali sebagai Ketua Koapgi periode 2017-2019. Bersama dia terpilih Iwan Setyawan Diyatputra (Wkl Ketua), Achmad Haeruman (Skretaris), Tri Joko Julianto (Wkl Sekretaris) dan Sandra Menica Syahrina. Sedang Pengawas dipegang Ahmad Irfan (Ketua), Andrian Jefri Ticoalu (Anggota) dan Cecep Irmansayah (Anggota). (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*