Kemendag Ajak Masyarakat Sambut Hari Belanja Diskon Indonesia

PIPnews.co.id | Jakarta – Kementerian Perdagangan mendukung digelarnya Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) oleh Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO). Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan HBDI dapat dimanfaatkan sebagai sarana mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sektor ritel, dan peningkatan daya beli masyarakat.

“Terselenggaranya HBDI dapat memicu daya beli masyarakat yang akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Mendag Enggar pada konferensi pers penyelengaraan HBDI di kantor Kementerian Perdagangan pekan lalu.

Mendag Enggar menjelaskan HBDI dibagi dalam dua kegiatan, yaitu Hari Belanja Diskon Nasional yang diadakan di seluruh pusat perbelanjaan di Indonesia pada 17-20 Agustus 2017 dan Happy Birthday Indonesia Festival berupa kombinasi bazar dan festival/pertunjukan berskala besar yang diadakan di Gambir Expo, JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 15-27 Agustus 2017.

Enggar mengungkapkan, BPS merilis bahwa perekonomian Indonesia pada 2016 tumbuh sebesar 5,02%, lebih tinggi dibanding tahun 2015 sebesar 4,88%. Sektor perdagangan sebagai salah satu penggerak perekonomian memberikan kontribusi sebesar 13,19% dari PDB. Sementara, sektor konsumsi yang digerakkan oleh sektor ritel masih menjadi penyumbang utama PDB dengan kontribusi sebesar 56,51%. “HIPPINDO sebagai salah satu penggerak sektor perdagangan harus dapat memaksimalkan besarnya potensi pasar domestik yang masih cukup besar,” lanjut Mendag Enggar.

Pada 2016, jumlah penduduk Indonesia mencapai 257,9 juta jiwa (Kemendagri, 2016), dengan pendapatan per kapita berada pada kisaran USD 3.600 (BPS, 2017). Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 juta jiwa termasuk kategori mampu yang menghabiskan USD 75 miliar untuk kuliner dan USD 22 miliar untuk pakaian dan apparel (Boston Consulting Group, 2015).

“Acara HBDI juga merupakan kesempatan emas bagi anggota HIPPINDO yang bergerak di sektor ritel untuk dapat menggali potensi pasar secara maksimal, serta menggairahkan sektor perdagangan dan pariwisata sehingga dapat turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Pertumbuhan sektor ritel di Indonesia sejak 2014 mengalami penurunan. Pada 2016, sektor ritel tumbuh 7,7%, atau turun dibandingkan tahun 2015 yang tumbuh mencapai 11,6% (Nielsen, 2016). Penurunan pertumbuhan ritel ini merupakan dampak dari pelemahan daya beli masyarakat. Data BPS menunjukkan pada kuartal pertama 2017 sektor konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93%, lebih rendah dibandingkan kuartal pertama tahun 2016 yang tumbuh sebesar 4,97% dan tahun 2015 sebesar 5,01%.

Enggar mengharapkan acara HBDI dapat memperluas pemasaran produk-produk dalam negeri di tengah situasi pertumbuhan ritel yang menurun. Dengan demikian, HBDI juga diharapkan sekaligus dapat meningkatkan konsumsi domestik serta menciptakan peluang lebih besar untuk perkembangan dan kemajuan UKM, para pelaku ekonomi kreatif, pusat perbelanjaan, dan pelaku bisnis ritel di seluruh Indonesia.

“HBDI juga harus dimanfaatkan untuk menarik wisatawan mancanegara sekaligus memperkenalkan kebudayaan Indonesia. Semoga ke depan HBDI dapat digelar secara rutin serta menjadi acara ikonik rutin setiap tahun seperti Black Friday di Amerika Serikat atau Boxing Day Sale di Inggris,” tandas Enggar. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*