“Kliping Koran PR” Pembuat Logo Koperasi, tak Pernah Diundang apalagi Dikenang

Koran Pikiran Rakyat Edisi 18 Juli 1975

PIPnews.co.id | Nasional – Para penggiat koperasi memperingati Hari Koperasi Indonesia setiap 12 Juli. Tak cuma tepat di tanggal tersebut, acara yang digelar, biasanya berupa rangkaian. Pada kisaran 1970-an, semaraknya bahkan bisa berlangsung sebulan penuh.

Itu pula sebabnya pada 18 Juli 1975, sepekan setelah puncak peringatan, Harian Umum Pikiran Rakyat masih membahas seluk-beluk koperasi Indonesia. Namun kali ini bukan berita gembira, melainkan kisah miris pembuat logo, Soewarmin. Meski logo buatannya digunakan puluhan tahun (diganti pada 2012), tapi namanya tidak banyak dikenal. Dia bahkan tak pernah diundang untuk menghadiri acara peringatan Hari Koperasi Indonesia.

Kepada jurnalis Pikiran Rakyat saat itu, Masri Monoarfa, Soewarmin mengisahkan secara singkat perjalanan hidupnya.

Soewarmin dilahirkan di Pematang Siantar 1 Agustus 1932. Lahir dari keluarga pensiunan Inspektur Polisi. Ia pernah satu semester mencicipi kuliah di Fakultas Hukum UGM. Namun karena tidak adanya biaya, Soewarmin memutuskan keluar. Dia lantas ikut kursus B-1 di Yogyakarta. Hasil kursus B-1 ini menjadi jalan untuk mengajar di Bogor, Jawa Barat.

Pembuatan logo koperasi

Saat logo dibuat, Soewarmin merupakan seorang guru SLA di Bogor. Dia membuat logo pada 1960 saat digelar sayembara.

Begitu sayembara logo dibuka, Soewarmin langsung membuat coretan-coretan desain. Dia mengaku butuh waktu sampai dua pekan. Mulai dari membuat desain kasar menggunakan pensil, sampai berupa lukisan yang digambar menggunakan bak tinta.

Ternyata, dalam sayembara yang diikuti 240 desain tersebut, logo karya Soewarmin yang terpilih. Padahal sayembara ini merupakan ajang pertama bagi Soewarmin. Berita kemenangan dia peroleh dari Jawatan Koperasi Bogor.

Namun sebelum logo buatannya resmi digunakan, Soewarmin terlebih dahulu dites. Dia diminta menggambar ulang logo tersebut. Panitia ingin memastikan bahwa Soewarmin benar-benar yang membuatnya. Setelah itu, maka resmi logo buatannya yang kental dengan gambar pohon beringin tersebut digunakan.

Selain logo koperasi, dia juga pernah mengikuti sayembara logo Kabupaten Karawang dan logo pariwisata. Namun di dua ajang tersebut, hasil karyanya tidak terpilih.

Tak pernah diundang

Sejak dinyatakan sebagai pemenang pada 1960, sampai berita tahun 1975 ini dimuat, Soewarmin mengaku tidak pernah lagi berhubungan dengan para petinggi jawatan tersebut. Dia juga tidak pernah diundang untuk ikut mengikuti upacara-upacara atau acara peringatan. Meski Soewarmin mengaku, kalaupun diundang, dia harus menyesuaikan dengan jadwal mengajarnya yang padat.

Dia pun tidak mempermasalahkannya. Soewarmin justru berharap koperasi Indonesia terus berkembang. “Semoga maju terus dan berkembang sesuai dengan azas koperasi yang kita cita-citakan,” demikian harapan Soewarmin tertuang dalam berita tersebut.

Sumber : Kliping Koran Pikiran Rakyat Bandung edisi 18 Juli 1975 dan 18 Juli 2017

Catatan dari Pipnews.co.id. Pada 2012 logo koperasi memang sempat diganti oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Namun pergantian itu tidak berlaku bagi organisasi gerakan koperasi Indonesia, yang dalam hal ini diwadahi Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Dengan kata lain sejak logo koperasi ciptaan Soewarmin disahkan menjadi logo koperasi Indonesia, hingga sekarang Dekopin tetap menggunakannya. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*