Pelatihan Kewirausahaan Bagi Penyandang Disabilitas Kembali Digelar

PIPnews.co.id | Bogor – Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Pengembangan SDM, kembali menggelar program rutin berupa pelatihan kewirausahaan bagi pelaku UKM penyandang disabilitas. Pelatihan ini dihadiri oleh puluhan penyandang disabilitas dari daerah Bogor, Bandung, Karawang, Indramayu, Purwakarta dan Banjar (Jawa Barat).

Penyandang disabilitas memiliki persamaan hak yang sama dalam berwirausaha di Indonesia, mereka sudah mempunyai unit usaha yang berkembang. Dengan Pelatihan ini, diharapkan mereka akan naik kelas dari usaha mikro ke usaha kecil kata Prakoso BS selaku Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM dalam rilisnya pada acara Pelatihan Kewirausahaan Bagi Penyandang Disabilitas, di Megamendung, Kabupaten Bogor, (26/07).

Prakoso menyampaikan pelatihan yang diberikan diantaranya adalah perkoperasian, managemen usaha, laporan keuangan, kemasan, pengurusan perizinan, pemasaran dan sebagainya. “Pelatihan kewirausahaan bagi kelompok strategis memang sesuai kebutuhan mereka. Bagi yang belum memiliki usaha, akan kita motivasi untuk mulai berwirausaha agar mampu hidup mandiri, kata Prakoso.”

Hasan Basri sebagai salah satu peserta dan sekaligus Ketua Himpunan Disabilitas Indonesia (HDI) Kota Bogor, mengatakan dari total HDI Kota Bogor yang berjumlah 1000 orang, 20 persen diantaranya sudah dianggap berhasil dalam berwirausaha. Rata-rata bergelut dibidang usaha menjahit, kerajianan tangan, produsen tas, perbengkelan, batik, hingga sablon.

Hasan menjelaskan bahwa pelatihan kewirausahaan ini disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Tujuan kami mengikuti pelatihan ini adalah ingin menimba ilmu kewirausahaan secara baik dan benar, kata Hasan.

Karena selama ini kami memiliki unit usaha yang lahir secara otodidak. Kami ingin hidup mandiri seperti layaknya yang lain, imbuhnya. Hasanpun berharap agar pemerintah terus meningkatkan porsi dan kuota pelatihan bagi penyandang disabilitas.

Peserta pelatihan yang lain yang berasal dari Kota Bogor, Agus Ruyadi yang memiliki kaki tidak sempurna mengatakan, bahwa dirinya baru menekuni budidaya dan pengolahan obat herbal dari buah dan daun Tin sejak bulan Februari 2017 ini, dengan merek Teteh Tin. Dalam kandungan buah Tin terdapat mineral dan vitamin yang sangat berguna bagi tubuh manusia dan juga diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit seperti, hipertensi, jantung koroner, diabetes dan sebagainya.

Memang di Indonesia belum banyak masyarakat yang mengkonsumsinya, kata Agus. Saya yakin kedepan ini akan menjadi satu bisnis yang sangat menjanjikan. Pasalnya, California Fig-s Advisory sudah melansir nutrisi buah Tin keseluruh dunia. Oleh karena itu, Agus berharap pemerintah bisa memfasilitasi usahanya dalam pengurusan perizinan, hak cipta, merk dan juga lebel halal dari MUI bagi produknya.

Melalui pelatihan ini, saya juga ingin mendapatkan pelajaran mengenai managemen usaha yang sesungguhnya. “Saya ingin menguasai ilmu pemasaran secara online, sehingga saya bisa memperluas pangsa pasar bagi produk yang saya buat,” tandas Agus.
(AH/Agus)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*