Ironis Memang, di Daerah Penghasil Garampun Naik 50 Persen

PIPnews.co.id | Madura – Jangankan di daerah lain, di daerah penghasil produksi garam sendiri pun harga garam dapur naik 50 persen. Itulah yang terjadi di Kabupaten Sumenep-Madura, Jawa Timur, yang nota bene adalah merupakan kawasan penghasil produksi garam.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Syaiful Bahri mengatakan naiknya harga garam di Sumenep, itu terjadi karena terbatasnya pasokan garam dapur dari distributor. “Akibatnya harga garam dapur di pasaran Sumenep naik hingga 50 persen,” ujar Syaiful, Jumat (28/07/2017).

Ia mengungkapkan, saat ini harga garam dapur dalam kemasan dan sudah berupa butiran halus Rp 6 ribu. Naik Rp 2 ribu dibanding sebelumnya, Rp 4 ribu.
Sedangkan garam dapur yang berbentuk kubus dan tidak dikemas, harganya Rp 1.500 per buah. Naik Rp 700 dibanding harga sebelumnya Rp 800.

“Harga garam di pasaran memang bervariasi. Tergantung merek dan kemasan. Kalau yang sudah berupa garam halus dan dikemas, tentu lebih mahal. Tetapi semua merk dan jenis garam dapur, memang mengalami kenaikan harga,” ujarnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga garam dapur itu diduga sebagai dampak dari stok garam konsumsi di kalangan petani yang terbatas akibat produksi tak maksimal. Terbatasnya produksi garam itu menyebabkan melonjaknya harga garam di tingkat petani.

“Kami akan terus memantau stok dan harga garam dapur di tingkat pedagang. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Sumenep, untuk mengetahui besaran produksi garam konsumsi,” ucapnya.

Sementara data di Dinas Perikanan Sumenep menyebutkan, hingga Juli 2017, produksi sementara garam rakyat yang dihasilkan petani sekitar 850 ton dari target 368 ribu ton.

Produksi sementara garam rakyat tersebut dihasilkan oleh petani di sembilan kecamatan, baik daratan maupun kepulauan. Anjloknya produksi garam konsumsi tahun ini disebabkan kondisi cuaca yang kurang mendukung. (Yan)

1 Lacakbalik & Pingbalik

  1. Ironis Memang, di Daerah Penghasil Garampun Naik 50 Persen – PUSAT DATA ANGGOTA KOPERASI

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*