Kopsyah BMI Berikan Bantuan Infaq RLHG Kepada Warga Tak Mampu

PIPnews.co.id | Tangerang – Kejadiannya bermula pada tanggal 30 Juni 2017, tepatnya malam hari rumah ibu Rinah ditimpa hujan angin deras, sehingga rumahnya roboh. Selama ini rumahnya sudah terbilang tidak layak huni dan tua dan dia memang tak ada duit untuk melakukan renovasi. Akhirnya, ketika rumahnya roboh, dia pun terpaksa mengungsi ke rumah anaknya.

Begitu Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) mendengar kabar tersebut, Kamarudin Batubara SE, selaku Presiden Direktur, langsung menyatakan ikut berpartisipasi untuk meringankan beban ibu Rinah . Rumah ibu Rinah saat ini sudah rampung direnovasi dengan penggalangan dana yang dilakukan oleh Kopsyah BMI dalam bentuk progam Rumah Layak Huni Gratis (RLHG).

Pada hari Kamis 27 Juli 2017, akhirnya Kopsyah BMI meresmikan bantuan RLHG kepada ibu Rinah di Desa Pekayon, Kabupaten Tangerang, Banten. Acara peresmian RLHG itu juga dihadiri oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tangerang, Kepala Desa Pekayon, Unsur MUI, BNK Tangerang, tokoh masyarakat.

Dalam kata sambutannya, Kamarudin Batubara SE, mengatakan pemberian bantuan program RLHG, merupakan bantuan murni infaq dari Kopsyah BMI kepada ibu Rinah. Dia menjelaskan, walau ibu Rinah bukan anggota, namun sudah menjadi kewajiban Kopsyah BMI untuk membantu siapa pun yang harus dibantu, karena semangat koperasi adalah kekeluargaan.

Itulah sebab, alasan utama Kopsyah BMI memberikan bantuan infaq kepada ibu Rina, karena rumahnya memang sudah tak layak huni lagi dan sempat sudah rubuh beberapa waktu lalu. Kamarudin juga menceritakan membantu kepada orang yang membutuhkan sudah diperintahkan dalam ajaran Alquran. Terutama didahulukan membantu keluarga, lalu tetangga kemudian orang-orang disekitar karena semua itu sudah kewajiban dalam ajaran Islam.

“Kalau hidup mau kaya banyak-banyaklah memberi infaq kepada orang yang membutuhkan, walau kita dalam keadaan susah maupun senang. Persoalannya kita percaya atau tidak? Namun saya tegaskan jangan ragu, ketika kita banyak memberi infaq Allah SWT akan memberi rezeki yang berlimpah kepada kita,” ujarnya.

Kamarudin juga menuturkan, desa Pekayon merupakan sejarah yang tak bisa dia lupakan. Pasalnya, Desa Pekayon merupakan sejarah awal pertama kali berdirinya Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia sejak tahun 2003. Warga desa tersebut banyak yang menjadi anggota dan merintis hingga besar sampai sekarang.

Bantuan infaq Rumah Layak Huni kepada ibu Rina adalah bantuan yang ke 35 bulan ini. Kopsyah BMI menargetkan sampai akhir tahun 2017 akan memberikan bantuan infaq untuk Rumah Layak Huni kepada masyarakat yang tak mampu sebanyak 60 rumah diwilayah Banten.

Saat ini, Kopsyah BMI terus mengembangkan sayapnya. Sampai tahun 2017, Kopsyah BMI sudah sudah berkibar di 4 Kabupaten dan memiliki 37 cabang di provinsi Banten. Setiap cabang sudah memiliki pengurus dari tingkat kecamatan sampai pedesaan. Begitu juga, sekarang ini anggota Kopsyah BMI sudah mencapai 130 ribu orang.

Kamarudin berharap agar masyarakat kedepannya sadar untuk ikut menjadi anggota koperasi. Dia menjelaskan dalam UUD 1945 Pasal 33 itu tersirat bahwa koperasi merupakan pondasi kekuatan ekonomi negara. (AH/Agus)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*