Dekopin Apresiasi Pembentukan Asosiasi Koperasi Garuda Indonesia Group

Ketua Harian Dekopin Agung Sudjatmoko (7 dari kiri) foto bersama dengan pengurus koperasi anggota Asosiasi Koperasi Garuda Indonesia Group. (Pipnews/Yannes)

PIPnews.co.id | Jakarta – Satu lagi Asosiasi Koperasi terbentuk, yaitu Asosiasi Koperasi Garuda Indonesia Group. Asosiasi ini didirikan oleh koperasi-koperasi yang berada di lingkungan perusahaan penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yang jumlahnya 9 koperasi.

Koperasi itu adalah, Koperasi Awak Pesawat Garuda (Koapgi), Koperasi Karyawan Garuda Indonesia (Kokarga), Koperasi Karyawan Garuda Maintenance Facility (Kokar GMF), Koperasi Karyawan Garuda Kargo (Kokargo), Koperasi APG, Koperasi Warga Komputer (Kowater), Koperasi Karyawan Gapura Angkasa (Kokarasa), Koperasi Karyawan Abacus (Sabre) dan Koperasi Angsana Boga (Kopkar ACS).

Berdirinya Asosiasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman, atau Memorandum of Understanding(MoU) diantara sesama koperasi yang sudah disebutkan tadi. Hal itu dilaksanakan beberapa waktu lalu bersamaan dengan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XV Koapgi tahun buku 2016.

Hadir dalam acara yang digelar di Gedung Serba Guna GMF di komplek Bandara Sukarno-Hatta ini, Ketua Harian Dekopin Agung Sudjatmoko, Kepala Dinas Koperasi UKM H. Sayuti dan Rizkan dari Direksi PT Garuda Indonesia.

Dalam pencerahannya Agung Sudjatmoko mengapresiasi terbentuknya Asosiasi koperasi di lingkungan perusahaan penerbangan paling besar di Indonesia itu. Hal ini kata dia merupakan langkah yang tepat untuk membangun  kekuatan ekonomi yang lebih besar. Asosiasi dapat dijadikan sebagai pemersatu dalam menggarap peluang bisnis yang lebih luas.

“Di lain sisi, kekuatan ekonomi yang ada dalam Asosiasi koperasi ini, akan membawa dampak positip, tidak saja bagi peningkatan kesejahteraan para anggota, tapi sekaligus juga dapat menunjang pertumbuhan perusahaan, PT Garuda Indonesia,” tutur Agung.

Kata dia, dunia dan tantangan ekonomi berubah sangat signifikan dan era perdagangan bebas terus berkembang. Karenanya, koperasi harus mengubah paradigma bisnis, sesuai dengan perubahan. Tanpa melakukan perubahan dalam pengelolaan bisnis, koperasi akan semakin tertinggal jauh dibanding pelaku usaha lainnya.

Perubahan yang dimaksud lanjut Agung adalah memperkuat organisasi dan usaha agar koperasi mampu menangkap setiap peluang usaha yang dibutuhkan anggota. Tentu perubahan di tubuh gerakan koperasi menuju modernisasi dan profesionalisasi pengelolaan usahanya, tanpa meninggalkan jatidiri koperasinya.

Dekopin sendiri dalam memandang perubahan sebagai keniscayaan yang harus dilakukan koperasi.  “Hanya dengan melakukan perubahan pengelolaan koperasi akan menjamin terwujudkan koperasi sebagai pilar negara,” ujar Agung.

Sementara itu, Ketua Koapgi  Rimon B Sukandi mengatakan, maksud dan tujuan dibentuknya Asosiasi adalah untuk membangun sinergi bisnis yang saling menguntungkan dalam wadah usaha bersama yang dimiliki oleh seluruh koperasi Garuda Indonesia Group.

“Kecuali itu juga untuk memberikan kontribusi usaha dalam rangka program efisiensi dan efektifitas perusahaan serta menggarap potensi bisnis baik internal maupun eksternal secara lebih profesional dan memberikan nilai lebih untuk mewujudkan kesejahteraan anggota koperasi,” imbuh Rimon. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*