Induk KUD Menggandeng Pebisnis Luar Negeri Memperkuat Jaringan Usaha

Ketua Umum Induk KUD Herman YL Wutun (tiga dari kiri) dan Mr Rayn dari Duke Capital Ins. (tiga dari kanan) menandatangani MoA. (Pipnews/Yannes)

PIPnews.co.id | Jakarta – Menjalin kerjasama dengan pebisnis luar negeri, sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kinerja Induk Koperasi Unit Desa (Induk KUD). Khususnya dengan negara RRC, Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Malaysia.

Beijing Zhong Shang Science and Technology Development Co.Ltd dari RRC, serta Imperial Plantation Corporation asal Malaysia, adalah contoh dari dua perusahaan luar negeri yang sudah  menjalin kerjasama dengan Induk KUD.

Dua perusahaan tersebut sepakat dengan Induk KUD membangun sebuah pabrik tapioka (tepung pati ubi kayu) di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. Pada tahun 2017 ini pabrik sudah mulai uji coba produksi dengan produksi tapioka 400 ton per hari, atau mengolah 1.600 ton bahan baku singkong basah per hari.

Sementara dengan Controilet Inc. dari Taiwan menjalin kerjasama dalam pembangunan pabrik mini kelapa sawit di Kabupaten  Muaro Jambi, Provinsi Jambi dengan kapasitas 2 ton perjam. Unit usaha ini dilakukan bersama-sama dengan anggotanya Pusat Koperasi Unit Desa (Pusat KUD) Jambi.

Di luar itu juga ada kerjasama dengan Ise Food Inc Group. dalam pengembangan peternakan ayam petelur dan sekaligus pemasaran produksinya di Indonesia. Juga ada kerjasama dengan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan Business One Holdings Co.Limited dari China, serta perdagangan internasional dengan Excel Land Holding Limited dari Taiwan. Tidak sampai di situ, kerjasama dengan mitra pebisnis  luar negeri ini, juga dilanjutkan dengan perusahaan Duke Capital Ltd., dalam bidang usaha “Penguatan Modal Kerjasama dengan Jaringan Induk KUD”.

Seperti yang tampak pada hari itu (31 Juli 2917), saat Induk KUD menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2016 di Hotel Millenium Sirih, Jakarta Pusat. Bahwa  kerjasama dengan Duke Capital Ltd., ini telah diawali dengan penandatanganan Memorandum of Agreemant (MoA) oleh kedua pimpinan perusahaan, Yaitu Mr Rayn dari Duke Capital Inc. dan Herman Y.L. Wutun, Ketua Umum Induk KUD.

Duke Capital Inc. ini, adalah perusahan yang kesekian dari sejumlah mitra bisnis luar negeri Induk KUD. Mudah-mudahan penguatan modal kerjasama dengan jaringan Induk KUD ini dapat berjalan lancar,” tutur Herman Wutun kepada Pipnews.co.id, usai penandatanganan MoA.

Masih oleh Herman dikatakan, Induk KUD dalam kinerjanya tidak semata-mata berbisnis untuk mendapatkan keuntungan. Di sisi lain lebih banyak memfasilitasi bagaimana supaya bisnis yang dikelola anggota (Pusat KUD) dapat tumbuh berkerbang.

Ia menunjuk pabrik taipoka di Bangka Belitung dan pabrik mini kelapa sawit di Jambi milik Pusat KUD Jambi, adalah contoh dari unit usaha milik anggota yang difasilitasi Induk KUD. “Jadi Induk KUD bekerja adalah untuk kepentingan anggotanya,” imbuh Herman, yang sudah tiga peride sebagai memimpin Induk KUD.

MoA Dengan Sejumlah Pusat KUD

Ketua Umum Induk KUD Herman YL Wutun (empat dari kiri) dengan para pemimpin bisnis luar negeri China, Korea Selatan, Taiwan dan Malaysia. (Pipnews/Yannes)

Masih dalam rangka pengembangan bisnis usaha para anggota, sejumlah Pusat KUD dari daerah juga turut menandatangani MoA, baik dengan Induk KUD sendiri maupun dengan mitra bisnis dari luar negeri.

Sebut saja misalnya MoA antara Pusat KUD Jambi dengan Controlnet Inc. dari Taiwan adalah satu diantaranya. MoA ini adalah dalam bidang pembangunan Pabrik Mini Kelapa Sawit (CPO) dengan kapasitas 5 ton per hari.

Selanjutnya MoA Induk KUD dengan PT Sumber Rejeki Fresh dalam bidang kerjasama perdagangan Agroindustri. Lalu MoA antara Pusat KUD Sumatera Utara dengan KUD Harapan Tani Purba dari Kabupaten Simalungun dalam bidang perdagangan Agroindustri, serta MoA Induk KUD dengan Pusat KUD Halmahera Jaya dalam sektor pembenganan perikanan tangkap.

Masih dengan Pusat KUD Halmahera Jaya, Induk KUD juga menandatangani MoA dalam bidang Budi Daya Udang Vaname. Kemudian dengan Pusat KUD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam bidang perikanan tangkap, dan terakhir penandatanganan MoA antara Induk KUD dengan PT Praha Internasional dalam bidang ekspor hasil perkebunan.

RAT Induk KUD ke-XXXVII yang diselenggarakan selama tiga hari (30 Juli – 1 Agustus) diikuti 31 koperasi tingkat sekunder provinsi (27 Pusat KUD, 1 Puskoppas Jakarta, 1 Pusat KSU Jakarta) dibuka Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir Damanik.

Bersamaan dengan RAT ini, Induk KUD  juga mengadakan “Temu Bisnis”, antara Pusat KUD se Indonesia dengan mitra kerja luar negeri, China, Korea Selatan, Taiwan dan Malaysia. “Tak tanggung-tanggung, peserta luar negeri berjumlah 107 orang,” ujar Direktur Utama Induk KUD Portasius Nggedi, kepada Pipnews.co.id.

Kata dia, pada tahun buku 2016 Induk KUD yang kini punya aset Rp 37,759 miliar membukukan pendapatan kotor sebesar Rp 3,469 miliar. Pendapatan ini berasal dari hasil bisnis properti berupa persewaan ruang perkantoran dan pengelolaan Pusdiklat Gerkopin di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*