Komoditi Ekspor Pusat KUD Sumatera Utara Semakin Meluas

Foto bersama usai penandatanganan MoA bidang perdagangan Agroindustri (Pinews/Yannes)

PIPnews.co.id | Jakarta – Setelah sukses berbisnis ekspor kopi jenis Arabika ke luar negeri, khususnya ke perusahaan Starback, Amerika Serikat, Pusat KUD Sumatera Utara kembali memperluas jaringan ekspornya. Kali ini komoditinya berupa sayuran Wortel dan tanaman Holtukultura lainnya, dengan tujuan ekspor ke negara Malaysia dan Taiwan.

Terungkap dalam acara pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk Koperasi Unit Desa (Induk KUD) Tahun Buku 2016, yang digelar di Hotel Meillenium Sirih pada 31 Juli 2017. Bahwa ekspor tanaman holtikultura oleh Pusat KUD Sumatera Utara ini diawali dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bidang perdagangan Agroindustri.

 Adapun mereka yang menandatangani MoA adalah Ketua Umum Induk KUD Herman YL Wutun, Ketua Umum Pusat KUD Sumatera Utara Jabmar Siburian, Direktur Utama Induk KUD Portasius Nggedi, Direktur Pusat KUD Sumatera Utara P. Simanjuntak, serta Ketua KUD Harapan Tani Purba Simalungun.

Ketua Umum Pusat KUD Sumatera Utara Jabmar Siburian mengatakan, dengan adanya MoA ini, diharapkan bisnis ekspor agroindustri ke Malaysia dan Taiwan segera akan beroperasi. “Sedang pengapalan barangnya akan dilakukan melalui pelabuhan Belawan, Sumatera Utara,” ujarnya kepada Pipnews.co.id, usai penandatangan MoA.

Sementara itu, di tempat yamg sama Direktur Pusat KUD Sumtera Utara Ir P. Simanjuntak mengaku, timbulnya ide untuk melakukan ekspor wortel ke Malaysia dan Taiwan karena produksinya cukup melimpah di kabupaten Simalungun.

Demi suksesnya kegiatan ini, maka Pusat KUD Sumatera Utara menggandeng KUD Harapan Tani Purba, Simalungun sebagai ujung tombak pengadaan barang di tingkat petani. “Begitu cara kerjanya,” tutur Simanjuntak kepada Pipnews.co.id, usai penandatanganan MoA.

Menurut P. Simanjuntak, urusan ekspor-mengeksopr bagi Pusat KUD Sumatera Utara bukan lagi cerita baru. Jauh hari sebelumnya Pusat Koperasi ini sudah melakukan ekspor kopi ke manca negara. Bahkan Pusat KUD Sumut adalah salah satu eksportir kopi jenis Arabika paling besar di Sumatera Utara. Setiap hari sedikitnya 1 kontainer (19.200 kg) kopi bakalan (biji) diekspor keluar negeri. Atau dengan kata lain setiap tahun tak kurang dari 360 kontainer.

Dia mengatakan, satu kontainer biji kopi rata-rata beratnya 19.200 kg, dikalikan dengan 360 kontainer maka jumlah kopi yang diekspor pada tahun 2015 tercatat sebanyak 6.912.000 kg, atau 6.912 ton. Apabila dikalikan dengan harga jual ekspor 5 $ USD setiap kg, maka pendapatan bruto tahun 2015 mencapai 34.560.000 $ USD, atau sekitar Rp 449,280 miliar.

Ekspor kopi bakalan ini dikapalkan melalui pelabuhan Belawan satu kali satu minggu (7 kontainer) dengan tujuan perusahan kopi “Starbucks” Amerika Serikat (90 %) dan Eropa (10 %). Begitupun Simanjuntak mengakui, ekspor kopi dilakukan kerjasama dengan anak perusahaan Puskud Sumut PT. Sumatera Speciality Coffee (PT. SSC), yang Komisaris Utama nya dipegang Jabmar Siburian, Ketua Umum Puskud Sumut. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*