Menteri Susi Percaya Kepada Koperasi Menyalurkan Kapal Kepada Nelayan

 

Pipnews.co.id, Jakarta 15 Agustus 2017

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti kembali menunjukkan keberpihakannya terhadap eksistensi koperasi nelayan, misalnya Koperasi Perikanan/Mina atau Koperasi Unit Desa (KUD) Mina.

Sebagai contoh Susi mengatakan sebanyak 994unit kapal penangkap ikan yang akan dibagikan KKP kepada nelayan pada tahun 2017 ini, semuanya akan disalurkan melalui koperasi perikanan atau KUD Mina. Satu diantaranya adalah KUD Mina Saroyo Indramayu. “Tahun ini ada sebanyak 265 koperasi perikanan yang kita libatkan sebagai penyalurnya,” kata Susi di Jakarta pekan lalu.

Sebelumnya ia juga penah meminta kepada nelayan untuk merubah Kelompok Usaha Bersama (KUB) menjadi koperasi. Dengan perubahan tersebut, ia berjanji akan menyalurkan bantuan berupa  kapal dan alat penangkap ikan. Hal ini dilakukan agar  bantuan yang diberikan efektif, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita tidak bisa memberikan kapal kepada KUB. Jadi KUB milik nelayan harus dirubah menjadi koperasi, karena koperasi berbadan hukum ada pertangungjawabannya”, ujarnya waktu itu.

Dia menambahkan, pihaknya melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap akan membantu perubahan struktur KUB nelayan menjadi koperasi dengan meratifikasi dan membantu pengurusan surat-surat yang diperlukan.

Susi juga pernah meminta agar hasil tangkapan nelayan harus dijual dengan benar. Salah satunya dengan membentuk KUD (Koperasi Unit Desa). “Buat saja KUD, semua ikan yang ditangkap di lelang di situ, supaya harganya tidak dimainkan tengkulak,” imbuhnya lagi.

Top of Form

Bottom of Form

Tahun ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap akan kembali membangun kapal perikanan bantuan pemerintah sejumlah 994 unit dengan total anggaran mencapai Rp 361 miliar. Saat ini pembangunan kapal bantuan sudah melewati proses lelang dan sedang dalam proses pembangunan.

Dari jumlah tersebut, akan dibangun kapal berukuran di bawah 5 GT sebanyak 449 unit, kapal 5 GT 384 unit, kapal 10 GT sebanyak 134 unit, kapal 20 GT 15 unit. Lalu kapal berukuran 30 GT sebanyak 6 unit, dan kapal dengan ukuran 120 GT sebanyak 3 unit. Selain itu akan dibangun pula 3 kapal angkut dengan freezer berukuran 100 GT.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Sjarief Widjaja mengatakan, dari 994 unit tersebut, pengadaan kapal perikanan sebanyak 568 unit. Pengadaan melalui sistem e-katalog dan 426 unit melalui sistem lelang umum. Sistem e-katalog dipilih dalam pembangunan kapal-kapal kecil dengan melibatkan galangan kecil. Sedangkan lelang umum untuk pembangunan kapal berukuran sedang hingga besar.

Dia menjelaskan, sebanyak 426 unit kapal ukuran <5 GT, 3 unit kapal ukuran 100 GT dan 3 unit kapal ukuran 120 GT dalam proses pada unit layanan pengadaan.

Sementara 26 unit kapal <5 GT, 384 unit kapal 5 GT, 134 unit kapal 10 GT, 15 unit kapall 20 GT dan 6 unit kapal 30 GT telah melakukan kontrak dan telah melaksanakan pekerjaan pembangunan kapal perikanan. Kapal bantuan sebanyak 988 unit di antaranya akan didistribusikan kepada 265 koperasi yang tersebar di 130 kabupaten/kota dan 29 provinsi.

Dalam pengadaan kapal tahun ini, Sjarief mengakui, KKP banyak belajar dari pengadaan kapal bantuan tahun lalu. Salah satunya memperbaiki sistem pembayaran dari sistem turn key (pembayaran saat kapal selesai) ke termin (pembayaran berdasarkan kemajuan fisik). (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*