Dekopin Berharap Gubenur Banten Dapat Memperkuat Koperasi

Pipnews.co.id, Tangerang 7 September 2017

Tidak hanya masyarakat Banten pada umumnya, tapi juga Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) pada khususnya menyambut baik  terpilihnya Wahidin Halim dan Andika Hazrumy sebagai  Gubernur dan Wakil Gubenur Provinsi Banten periode 2017-2022.

Wakil Ketua Umum Dekopin Nahrowi Ramli mengatakan hal tersebut dalam sambutannya pada penutupan peringatan Hari Koperasi ke-70 Provinsi Banten yang diadakan di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang pekan lalu. Hadir dalam acara Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring.

Dekopin meyakini lanjut Nahrowi, tujuan utama dari kepemimpnan gubernur adalah untuk mensejahterakan masyarakat Banten. Karena itu sangat relevan apabila gubernur memperkuat koperasi di provinsi itu, karena koperasi merupakan institusi ekonomi rakyat yang penting dalam menghadapi tantangan masa depan. “Untuk itu koperasi harus diperkuat dan diberdayakan oleh kita semua,” tutur Nahrowi, yang juga Mayjen TNI (Purn).

Kata dia, salah satu agenda Nawacita Presiden Joko Widodo, yaitu Membangun Indonesia dari Pinggiran. Dekopin mencatat ada tiga kebijakan strategis untuk Rakyat pada Nawacita ketiga ini, yang sangat relevan untuk diterapkan di Provinsi Banten.

Pertama, dana desa yang meningkat hingga 100 persen dalam dua tahun terakhir. Dari Rp 20 triliun di tahun 2015, menjadi Rp 40 triliun tahun 2016, dan naik lagi menjadi Rp 60 triliun tahun 2017. Kebijakan Presiden mengucurkan dana besar-besaran ke kampung-kampung dan desa-desa agar bermanfaat dan menyentuh langsung kepada masyarakat, penggunaannya diprioritaskan untuk pengentasan kemiskinan di desa tertinggal dan sangat tertinggal.

Dari alokasi pokok dana tersebut, apabila dikelola secara transparan dan ada sisa, kami yakin dapat dialokasikan kepada koperasi, misalkan dibaut sistem simpan pinjam di koperasi. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan usaha rakyat. “Dengan bergeraknya ekonomi rakyat daerah pasti memicu kestabilan ekonnomi pusat,” ujar Nahrowi.

Kedua, kekayaan alam dijadikan aset produksi rakyat, melalui Reforma Agraria, dengan memanfaatkan tanah-tanah terlantar, diikuti pembagian jutaan sertifikat tanah kepada masyarakat dan anggota koperasi.

Sedang kebijakan strategis ketiga lanjut Nahrowi, adalah memberikan jalan keluar dalam masalah modal usaha untuk rakyat melalui Kredit Usaha Rakyata (KUR) dengan bunga rendah ( % pertahun demi meningkatkan produktivitas rakyat. Bunga KUR tersebut adalah solusi tepat bagi rakyat, termasuk koperasi untuk mendapatkan modal usaha. “Bahkan, seperti janji Presiden pada acara puncak Harkopnas ke-70  di kota Makasar pada Juli lalu, tahun depan bunga KUR akan ditekan lagi menjadi 7 persen,” imbuh Nahrowi. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*