Kemendag Sinergikan UMKM dan Ritel Modern di Makasar

Makasar – Pipnews.co.id, Makasar 11 September 2017

Kementerian Perdagangan mensinergikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ritel modern dalam jaringan pemasaran. Produk UMKM diseleksi mutunya dan selanjutnya akan dipasarkan di seluruh jejaring ritel modern di Indonesia.

Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri (P3DN) Kemendag Luther Palimbong mengatakan hal tersebut dalam acara Program Temu Usaha antara UMKM dengan ritel modern di Makassar Sulawesi Selatan pada 7-8 September 2017.

Hadir dalam acara ini, seratusan UMKM dan para pelaku usaha ritel modern seperti Hypermart, Transmart, Alfamart, Indomaret, Lotte Mart, Giant, Toko Cahaya, Toko Unggul, dan Toko Ujung. “Harapannya nanti akan tercipta kemitraan usaha yang saling menguntungkan sehingga UMKM bisa menjadi pemasok di jaringan pemasaran/distribusi ritel modern, toko swalayan maupun pusat oleh-oleh,” tutur Luther.

Pada program ini lanjut Luther, para peserta akan diberi pemahaman mengenai pemasaran melalui pola kemitraan beserta ketentuan/persyaratannya serta dukungan lembaga pembiayaan bagi pengembangan usaha. Selanjutnya pada sesi penilaian, peserta diminta untuk menggelar produk unggulan masing-masing di hadapan para merchandiser/assesor dari ritel modern antara lain Hypermart, Transmart, Alfamart, Indomaret, Lotte Mart, Giant, Toko Cahaya, Toko Unggul, dan Toko Ujung.

Luther mengatakan, selain dapat meningkatkan akses pemasaran bagi produk UMKM, program ini akan memberikan pemahaman bagi masyarakat bahwa produk UMKM Indonesia memiliki daya saing dan tidak kalah jika disandingkan dengan produk pabrikan yang sejenis. “Dengan demikian, kecintaan dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri dapat semakin meningkat,” ujarnya.

Mengutip UU No 7 tentang Perdagangan, Pemerintah memang diberi amanah untuk memberikan dukungan dalam peningkatan daya saing dan kemudahan akses pasar bagi produk UMKM. Kewajiban ini juga diamanahkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70 tahun 2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 54 tahun 2017, serta Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 47 tahun 2016 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.

Dalam kesempatan itu Luther menyatakan, kemitraan dengan UMKM, ritel modern diwajibkan (a) menyediakan minimal 80 persen produk dalam negeri dari total produk yang dijual di tiap-tiap gerai, (b) Menyediakan ruang usaha yang memadai untuk produk dalam negeri, (c) memasarkan barang produksi UMKM yang dikemas atau dikemas ulang (repackaging) dengan merek pemilik barang, toko modern ataupun merek lain yang disepakati dalam rangka meningkatkan nilai jual barang atau (d) memasarkan produk hasil UMKM melalui etalase atau outlet yang disediakan oleh ritel modern.

Masih oleh Luther, Kementerian Perdagangan memang berkomitmen membina dan mengembangkan UMKM Indonesia yaitu dengan meningkatkan kompetensi dan kapasitas daya saing UMKM agar lebih berdaya saing dalam menghadapi persaingan usaha, baik di pasar domestik maupun global. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*