Aset Kospin Jasa Pekalongan Melonjak Rp 7,4 Triliun

Gedung Kospin Jasa di Jakarta

Pipnews.co.id, Jakarta 11 September 2017

Aset gabungan KSP Konvensional dan KSP Syariah yang dimiliki Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) Pekalongan, Jawa Tengah, hingga akhir 2016 mencapai Rp 7,4 triliun. Ini merupakan aset koperasi paling besar di Indonesia.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Umum Kospin Jasa Andi Arslan Djunaid, kepada Pipnews saat ditemui di kantor cabang Kospin Jasa di Pancoran, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Kata dia, Pengurus menargetkan aset itu bisa meningkat menjadi Rp 8 triliun pada tahun 2017 ini.

“Kendati kondisi ekonomi sepanjang 2016 relatif tidak terlalu bagus namun pertumbuhan Kospin Jasa mampu meningkatkan aset sekitar Rp7,4 triliun, dari tadinya sekitar Rp 6 triliun pada 2015.” kata Ketua Andi, yang mengaku baru saja mengalami duka  karena abangnya Alf  Arslan Djunaid, yang Walikota Pekalongan meninggal dunia. Kata dia Almarhum adalah juga Pengurus Kospin Jasa.

 

Menurut Andi pada 2017, Kospin Jasa merencanakan pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang lebih intensif di pusat pendidikan latihan (pusdiklat) bahkan jika perlu di luar negeri.

“Pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan SDM agar semakin tangguh sehingga bisa bersaing dengan perbankan. Hal ini juga untuk mendorong pencapaian aset Rp 8 triliun pada tahun depan,” katanya.

Selain itu, kata dia, Kospin Jasa juga akan meluncurkan produk khusus berupa Pinjaman Mekar yang akan menyasar pada pedagang tradisional.

Ia mengatakan Kospin Jasa berusaha menciptakan produk layanan yang diprakasai para anggotanya dan siap membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan perekonomian rakyat.

 

Keberhasilan Kospin Jasa menjadi koperasi yang paling besar dan tersebar di Indonesia, kata dia, juga tidak terlepas dari budaya 4M, yaitu “Mau”, “Mampu”, “Maju”, dan “Malu”.

 

“Semua pengurus dan karyawan harus memiliki kemauan dan kemampuan untuk berkembang dan meningkatkan SDM guna kemajuan Kospin Jasa. Tidak akan bisa maju sebuah perusahaan jika manajemen tidak punya semangat untuk berkembang mengikuti perkembangan zaman,” katanya. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*