RUU Pagu Anggaran Kemenperin Tahun 2018 Rp 4,5 Triliun

Pipnews.co.id, Jakarta 14 September 2017

Pagu RUU Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian Perindustrian tahun 2018 tercatat sebesar Rp2,8 triliun. Tapi itu belum termasuk usulan penambahan anggaran untuk 25 kegiatan prioritas sebesar Rp 1,692 triliun. Jadi kalau ditotal semua menjadi Rp 4,5 triliun.

RUU APBN Kementerian Perindustrian tahun 2018 inilah yang sudah diketok palu oleh Komisi VI DPR-RI sebagai suatu kesimpulan, saat mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra kerjanya Kementerian Perindustrian pada 11 September 2017.

“Selanjutnya, hasil keputusan Komisi VI DPR ini akan disampaikan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI untuk disinkronisasi,” tutur Pimpinan Sidang Teguh Juwarno kepada para wartawan,  siusai RDP.

Sementara itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan APBN tahun 2018 Rp 2,8 triliun (di luar usulan tambahan) akan digunakan dengan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri dan dukungan manajemen sebesar Rp1,068 triliun. Kemudian, program pengembangan teknologi dan kebijakan industri sebesar Rp717,50 miliar serta penumbuhan dan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) sebesar Rp369,90 miliar.

Menperin menyebutkan, untuk memacu kualitas SDM industri pada tahun depan, diperlukan antara lain kegiatan pelatihan berbasis kompetensi berupa pelaksanaan program Diklat sistem 3in1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja) yang ditargetkan untuk 32 ribu peserta. Selanjutnya, pelatihan inkubator bisnis garmen sebanyak 30 orang di BDI Jakarta dan program animasi sebanyak 45 orang di BDI Denpasar.

“Untuk peningkatan kualitaspendidikan vokasiindustri, kegiatan yang perlu dijalankan, di antaranya penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi di 10 Politeknik Industri dan dua Akademi Komunitas Industri untuk 10.724 mahasiswa, penyelenggaraan pendidikan D-1 dan D-2 kerja sama dengan industri untuk 490 orang, serta penyelenggaraan pendidikan menengah vokasi industri berbasis kompetensi di sembilan SMK industri dengan target melibatkan 6.624 Siswa,” paparnya.

Mengutip siaran pers kemenperin, anggaran program pengembangan teknologi dan kebijakan industri,akan digelontorkan pada perumusan Rancangan Standar Nasional Indonesia, pengembangan dan penerapan teknologi industi untuk daya saing, serta pelaksanaan litbang di 11 Balai Besar, 11 Baristand Industri dan Balai Sertifikasi Industri.

Sedang kegiatan yang dilaksanakan mendukung program revitalisasi dan penumbuhan IKM, antara lain adalah pengembangan produk untuk 600 IKMmelalui fasilitasi peningkatan kualitas dan desain produk, bahan baku serta sarana produksi. Kemudian, peningkatan kemampuan untuk 55 sentra IKM melalui pelatihan manajemen dan teknis produksi, penguatan kelembagaan dan mesin/peralatan, serta pengembangan e-smart.

“Kami pun bakal memfasilitasi pembangunan wirausaha industri sebanyak 1.805 pelaku usaha, fasilitasi informasi pasar, promosi dan pameran untuk 280 IKM, serta penumbuhan, pengembangan dan penyebaran IKM di 34 provinsi melalui dekonsentrasi,” tutur Airlangga.

Selain tiga porsi anggaran terbesar yang dialokasikan tersebut, Kemenperin akan juga merealisasikan dananya untuk program penumbuhan dan pengembangan sektor industri berbasisagro, industri kimia, tekstil, dan aneka, sertaindustri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika.

Terkait usulan tambahan anggaran untuk 25 kegiatan prioritas sebesar Rp1,692 triliun, itu akan digunakan sebagai dukungan pada program pengembangan SDM industri dan manajemen sebesar Rp928,35 miliar, pengembangan teknologi dan kebijakan industri sebesar Rp375,8 miliar, serta penumbuhan dan pengembangan IKM sebesar Rp300 miliar. (Yan)

(Sumber Siaran Pers Kemenperin)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*