Tiga Pegawai LPDB Kemenkop Ditahan Kejati Jatim Selewengkan Dana Rp 2 Miliar

Gedung LPDB di Jakarta (ilustrasi)

Pipnews.co.id, Surabaya 11 September 2017

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menahan tiga pegawai lembaga pengelola dana bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Ketiganya merupakan tersangka penyelewengan dana bergulir sebesar Rp2 miliar untuk Koperasi Tunggal Kencana, Kabupaten Ponorogo.

Kasi Penkum Kejari Jatim, Richard Marpaung mengatakan, tiga pegawai LPDB yang ditahan yakni Rakhmad Budianto, Al Darukiah, dan Zaki Faituszamani. Ketiganya diketahui sebagai petugas survey lapangan dan tim monitor evaluasi kredit.

Richard menjelaskan, kasus yang menjerat ketiganya terkait peran dan pengawasan mereka atas pencairan dana bergulir untuk Koperasi Tuinggal Kencana Ponorogo. Uang dana bergulir sebesar Rp2 milIar untuk Koperasi Tunggal Kencana pada 2013, tidak disalurkan sesuai pengajuan.

Duit itu, kata dia, justru dipergunakan untuk kepentingan pribadi empat pengurus koperasi. “Empat orang itu yang sebelumnya telah ditetapkan tersangka,” kata Richard, seperti dikutip dari TribunJatim pekan lalu. Ia menambahkan saat ini, ketiga pegawai LPDB tersebut sudah ditahanan Kejati Jatim.

Masih oleh Richard dikatakan, sebelumnya dua orang tersangka korupsi dana LPDB juga sudah ditahan Kejati Jatim di Rutan Klas I Surabaya di Madaeng Sidoarjo. Yaitu Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Dana Prima Banyuwangi, Sarko, dan ketua KSP Dasa Banyuwangi, Triyono.

 

Richard menjelaskan modus dari kedua tersangka diawali dari mengajukan proposal dana bergulir kepada LPDB untuk membantu permodalan dua KSP dimaksud. Untuk tersangka Sarko, mengajukan pada tahun 2012 dan KSP nya mendapatkan dana bergulir Rp 1 miliar. Sedangkan tersangka Triyono, mendapat kucuran dana bergulir sebesar Rp 750 juta di tahun 2011.

 

Namun, setelah keduanya mendapatkan dana bergulir tersebut, dana itu ternyata tak digunakan sesuai isi kegiatan yang tercantum di proposal, yaitu menyalurkannya lagi kepada para UKM anggotanya. “Uang tersebut ternyata tidak digunakan sesuai proposal, melainkan dipakaiĀ  untuk memperkaya diri sendiri,” ungkap Richard, seperti dikutip dari keterangan tertulis..

 

Terkait kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus ini, Richard mengatakan kerugiannya adalah Rp 1 miliar dari KSP Dana Prima Banyuwangi, dan Rp 750 juta untuk KSP Dasa Banyuwangi. Kedua tersangka tersebut terancam pasal 2 dan 3 UU nomer 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dan ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*