Diundang Jokowi ke Istana, Luwarso Cerita Dirikan Koperasi Arrohmah dari Modal Sendiri

Foto Sekrtariat Kabinet

Pipnews.co.id, Jakarta 14 September 2017

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini tengah mematangkan program peningkatan kesejahteraan petani melalui pendekatan koperasi. Nantinya, para petani tak hanya akan terpaku pada hasil penanaman produk pertanian, namun juga pada proses bisnis hingga ke tingkat pengemasan dan penjualan.

Koperasi yang dirujuk oleh Jokowi pada program ini adalah Koperasi Arromah dari PT Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) Pangan Terhubung di Sukabumi. Hari ini, Jokowi turut mengundang pimpinan koperasi, Luwarso ke Kantor Presiden untuk mengikuti rapat terbatas terkait peningkatan kesejahteraan petani.

Luwarso bercerita program ini mengubah pola pikir dalam pengelolaan pertanian. Petani nantinya tak hanya akan menjadi penanaman, namun juga sebagai pengusaha pertanian. Ia bercerita, modal awal dari pendirian BUMR ini diperoleh melalui dana pribadi. Namun, seiring perkembangan zaman, Luwarso akhirnya memutuskan untuk mengajak petani lainnya hingga menjadikan pertanian sebagai industri yang menguntungkan.

Awal mulai bisnis pertanian ini pun cukup sulit bagi Luwarso karena kendala modal hingga tak adanya lahan yang dimiliki. Namun, saat ini ia justru mampu mempekerjakan banyak orang.

Dalam rapat terbatas hari ini, Luwarso juga menyampaikan bahwa perlu dilakukan perubahan pada skema pinjaman bank. Penyesuaian perlu dilakukan karena tidak semua petani memiliki jaminan atau dana untuk membayar pada tahap awal peminjaman.

“Misalnya sudah dibentuk koperasi, kalau tanpa kolateral bank khawatir mengucurkan uang lumayan besar. yang cocok untuk koperasi tani, tapi juga cukup biayai apa, dibedakan nantinya,” ujarnya, seperti dilansir Sindonews.

Program ini pun memperoleh dukungan dari pemerintah. Pada program ini, pemerintah nantinya juga dapat memperpendek rantai pasokan.

Luwarso sendiri menjalin kerja sama dengan lembaga riset untuk memilih benih. Benih inilah yang memberikan dampak pada peningkatan kualitas dari padi yang ditanam para petani.

“Saya telah bekerja sama dengan lebih dari 10 perguruan tinggi untuk pengerjaannya. Ada yang di benih, di teknologi¬†processing-nya,” tukasnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo meminta konsep koperasi petani secara modern yang dimotori oleh PT BUMR (Badan Usaha Milik Rakyat) Pangan Terhubung di Sukabumi menjadi percontohan untuk di daerah lain. Demikian  disampaikan Presiden saat mengunjungi Koperasi Arromah PT BUMR Pangan Terhubung di Sukabumi, Jumat, 1 September 2017 lalu.

Presiden mengapresiasi pendirian koperasi itu karena konsep korporasi petani dilakukan secara menyeluruh dari mulai pengolahan sampai penjualannya. Hal ini termasuk pengemasan yang modern dan menarik sehingga bisa masuk langsung ke industri ritel.

Sistem penanaman juga dilakukan secara modern dengan melibatkan teknologi modern untuk mengetahui lokasi lahan, kondisi lahan, termasuk sistem pemasarannya yang dilakukan secara online.

PT BUMR Pangan Terhubung merupakan koperasi yang melakukan proses pengolahan beras dari hulu ke hilir dengan menggandeng para petani sekitar. Selain itu, koperasi itu juga memberikan pendampingan selama masa tanam termasuk menyediakan pinjaman modal. Panen dan pengemasannya pun kemudian diolah dengan menggunakan teknologi modern, termasuk penjualannya yang di distribusi secara langsung ke toko ritel maupun menggunakan media sosial. Nantinya, hasil penjualan akan dibagi dengan para petani anggota koperasi tersebut. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*