DEKOPIN IKUT DEKLARASIKAN PEMBENTUKAN KAMAR DAGANG KOPERASI PERTANIAN CHINA-ASEAN

Pipnews.co.id , Nanning-China 05 Oktober 2017

Akhir bulan lalu, 26-29 September 2017 bertepatan dengan perhelatan akbar yang ke-13 dari Pameran Dagang China-ASEAN, DEKOPIN bersama-sama dengan gerakan koperasi dari berbagai negara seperti China, Malaysia, Thailand, Singapore, Myanmar, Laos, Cambodia dan Filippina mendeklarasikan pembentukan Kamar Dagang bagi Koperasi Pertanian dalam koridor kerjasama ASEAN-CHINA (China-Asean Chamber of Agriculture Co-op – CACAC) di Nanning-China. Ketua Umum DEKOPIN, Nurdin Halid yang mendapatkan undangan khusus pada acara Deklarasi ini diwakili oleh Prof. Rully Indrawan, Wakil Ketua Umum DEKOPIN, karena berhalangan hadir. CACAC merupakan wadah kerjasama bisnis bagi para koperasi di sektor pertanian di negara-negara ASEAN plus China.

CHINA-ASEAN Expo sendiri merupakan event tahunan yang merupakan sarana untuk meningkatkan perdagangan berbagai komoditas antara China dan negara-negara di kawasan ASEAN. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Kementerian Perdagangan China dan Pemerintah Propinsi Guangxi sebagai basis Industri dan Pertanian di China. Peningkatan nilai perdagangan China-ASEAN menjadi agenda utama dari forum ini. Untuk konteks Indonesia sendiri yang masih mengalami defisit neraca perdagangan dengan China tentu menjadi penting. Koperasi diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam peningkatan nilai perdagangan antar negara ini.

Sektor pertanian yang dijadikan prioritas didasari pada kebutuhan yang tinggi atas supply pangan mengingat kawasan ASEAN dan China merupakan dengan populasi yang cukup tinggi. Populasi China plus ASEAN sudah hampir mencapai 2 millyar atau 20 persen penduduk Dunia. Produk turunan dari hasil pertanian yang juga ditentukan oleh input pertanian menjadi perhatian utama dari CACAC ini.

Pada Forum pembentukan CACAC ini sempat ditampilkan pemaparan dari masing-masing peserta tentang kondisi umum Koperasi dan Pertanian di negaranya.Hampir semua negara di ASEAN telah melakukan berbagai kontak dagang dengan China. Untuk Indonesia perdagangan sektor ini didominasi oleh ekspor bahan baku pupuk seperti urea dan kompos. Sedangkan produk hasil pertanian relatif untuk memenuhi pasar dalam negeri.

Prof. Rully Indrawan dalam pemaparannya menyampaikan tentang kondisi koperasi pertanian di Indonesia yang bekerja dalam membantu para petani dalam hal (1) penyediaan sarana pertanian terutama dari layanan kredit kuangan mikro, (2) mendukung transfer teknologi pertanian, dan (3) membantu akses pemasaran dan branding produk pertanian. “Koperasi Ar Rahmah di Sukabumi yang mendapatkan kunjungan dari Presiden Joko Widodo bulan yang lalu merupakan model sukses bagaimana koperasi bekerja memberikan nilai tambah kepada petani”. Pungkas Prof. Rully dihadapan audiens CACAC forum di Nanning.

Dalam masa akhir pertemuan CACAC Forum menyepakati akan adanya tukar kunjungan antar negara oleh para pengusaha atau pengurus koperasi pertanian. Study banding ini akan dilakukan pertama kali dengan mengunjungi Indonesia, Thailand dan Myanmar. Direncanakan pada bulan Desember yang akan datang 25 delegasi dari Koperasi Pertanian China akan berkunjung ke Indonesia. DEKOPIN akan mempersiapkan diri menjadi tuan rumah kunjungan ini. (INA).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*