Gunakan TI, LPDB Tingkatkan Profesionalisme Melayani Mitra

Pipnews.co.id, Denpasar 6 Oktober 2017

Lembaga pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemenkop dan UKM ingin merubah paradigma sebagian masyarakat, bahwa untuk mengakses dana bergulir dari LPDB itu sulit. Padahal untuk mengaksesnya mudah, cepat dan bunga ringan, karena sebagai upaya Pemerintah dalam mengembangkan Koperasi dan UKM.

“Mindsetnya ke depan untuk mengakses dana harus mudah dan bunga murah, tapi harus tepat penyaluran, tepat pemanfaatan dan tepat pula pengembaliannya,” kata Direktur Utama LPDB Braman Setyo saat menjadi pembicara tentang sosialisasi program-program LPDB-KUMKM, pada acara Forum Komunikasi Advokasi Kerjasama Antar Usaha Simpan Pinjam Koperasi Provinsi Bali, di Denpasar, Selasa (3/10/2017).

Jadi menurutnya untuk merealisasikan mengakses dengan mudah dan nyaman, mereka harus mengunakan tekhnologi informasi (financial technology-fintech). Ini yang menurut Braman sekarang sedang dibangun oleh LPDB dengan beberapa vendor di Jakarta yang bertujuan untuk memepermudah penyaluran maupun pemanfaatan.

Mengutip Humas LPDB, Ia juga meminta, LPDB harus berubah, karyawan dan karyawari maupun pengelola harus berubah. Mereka harus profesional dalam melayani para mitra dengan memanfaatkan tekhnologi tersebut. “Ini sudah menjadi tuntutan, tidak bisa seenaknya bisnis is usual, kita harus out of the box, ini yang dituntut oleh situasi sekarang,” harap Braman.

Kemudahan-kemudahan itu harapnya, dapat betul-betul bisa dimanfaatkan oleh para pengakses. Permohonan dengan tekhnologi tersebut, maka tidak perlu lagi tatap muka, tidak perlu datang ke kantor. “Kami berharap ketemu pas final saja, bayangkan kalau dari Papua, NTT dan daerah lain harus datang, berapa biaya yang harus mereka keluarkan,” ungkapnya.

Braman berharap, tekkhnologi informasi tersebut sangat membantu koperasi dan UKM yang akan mengakses dana. Sehingga mudah, murah, efektif dan praktis.

Meski demikian, pihaknya tetap akan menggunakan regulasi yang ada, yaitu SOP dan Peraturan Direksi, walaupun akan dirubah secara pelan-pelan. Yang jelas upaya itu dilakukan untuk mempermudah baik koperasi dan UKM yang akan mendapatkan dana bergulir LPDB.

Acara tersebut juga dihadiri Asisten Deputi Simpan Pinjam pada Deputi bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Dr Ahmad Husein MM, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Bali I Dewa Nyoman Patra, Pakar Koperasi Suwandi, dari World Bank Nasirwan, Kadiskop se provinsi Bali, pengurus/pengelola/manajer koperasi dan para pendamping koperasi.(Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*