Berkat Dana Bergulir, Aset BMT Beringharjo Meningkat Rp 148 M

Pipnews.co.id, Yogyakarta 9 Oktober 2017

Dalam kunjungan kerja ke Yogyakarta pada Sabtu 7 Oktober 2017, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga telah mengunjungi Koperasi Baitul Mal wat Tamwil (BMT) Beringharjo, di Pasar Beringharjo kota Yogyakarta.

Kedatangannya ke koperasi berbasis syariah itu untuk melihat pertumbuhan yang dicapai, mengingat BMT Beringharjo merupakan badan yang pernah menerima bantuan dana bergulir dari LPDB KUMKM sebesar Rp 1 miliar (2006) dan Rp 8 miliar (2014). :”Jadi saya ingin melihat pertumbuhannya secara langsung,” tutur Puspayoga disela kunjungan.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus memperbaiki mekanisme penyaluran dana bergulir secara profesional dan transparan. Juga menekankan, penyaluran dana bergulir harus langsung ke BMT-BMT, tanpa harus melalui asosiasi. “Fungsi asosiasi hanya sebatas pendampingan bagi BMT, bukan penyalur dana bergulir bagi BMT,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Direktur BMT Beringharjo Mursida Rambe menjelaskan, setelah mendapat permodalan dana bergulir dari LPDB, kinerja BMT Beringharjo yang sudah berusia 23 tahun terus meningkat. Saat ini, dengan jumlah anggota sebanyak 10 ribu orang, sudah memiliki aset sebesar Rp 148 miliar.

Selain itu, BMT Beringharjo sudah memiliki 17 kantor cabang di lima provinsi, dengan total karyawan sebanyak 140 orang. “Selain dari LPDB, kita tidak pernah memakai dana perbankan untuk bisa berkembang seperti sekarang. Motto kita adalah dari kita untuk kita,” kata Mursida.

Mengutip Kontan.co.id, , BMT Beringharjo tidak sekadar menyalurkan kredit kepada anggotanya, melainkan juga melakukan pendampingan bagi pedagang. “Para pedagang tidak hanya memerlukan kredit, tapi juga pendampingan agar usahanya terjaga dan terus berkembang. Mereka butuh pendampingan dari kami,” papar Mursida.

Hasilnya, ada seorang pedagang kerajinan aksesoris sukses bernama Irawati yang dulunya asongan, kini sudah memiliki kios sendiri di Pasar Beringharjo. “Saya dari nol sampai sekarang bersama tim pendampingan dari BMT Beringharjo. Saya memproduksi sendiri produk-produk kerajinan untuk oleh-oleh pelancong ke Yogjakarta. Saya juga membuat kerajinan untuk dikirim ke wilayah lain, seperti Lombok, Danau Toba, hingga Papua,” ceritanya.

BMT Beringharjo juga melakukan kegiatan keliling Pasar Beringharjo dengan tujuan melakukan edukasi perkoperasian kepada sekitar 7.000 pedagang pasar. “Lihat saja, bila dikelola dengan baik dan profesional, koperasi juga bisa tumbuh menjadi besar,” pungkas Puspayoga. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*