Agung Sudjatmoko : Koperasi Terkendala Masuk KUR, Akibat: Sistem Online

Pipnews.co.id, Jakarta 13 Oktober 2017

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) telah berupaya dalam menyetarakan koperasi dengan bank. Hal ini tercermin dari koperasi sudah bisa menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada anggotanya, para pelaku UMKM.

Walaupun sudah dicanangkan sejak 2016, hingga saat ini baru Kospin Jasa Pekalongan saja yang telah menyalurkan KUR. Ketua Umum Harian Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Agung Sudjatmoko mengatakan kendala utama yang menghalangi koperasi menyalurkan KUR ialah terkendalanya salah satu syarat berupa online system dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).

“Kendala di bidang IT-nya karena Koperasiharus terkoneksi dan bisa dilihat secara akuntable dan transparan oleh BI, OJK dan Kementrian Keuangan. Sistem ini sebenarnya di koperasi harus sama dengan bank,” kata Agung, yang kini juga duduk sebagai Plt Sekjen Dekopin.
Kata dia, berdasarkan audit keuangan maupun dari BI dan OJk yang sudah siap adalah Kospin Jasa. Sedangkan koperasi lainnya, misalnya Kopdit Obor Mas dari Maumere, Sikka, NTT belum memenuhi standar bank.

“Akuntabilitas terkait dengan sistem online yg mereka belum punya. Mereka harus secure, akuntabel, sesuai dengan standar perbankan. Saya rasa banyak koperasi yang punya duit, namun secara sistemnya belum terpenuhi sehingga belum bisa koneksi dengan otoritas terkait KUR,” tutur Agung.

Agung menjelaskan terdapat dua keuntungan yang diperoleh oleh Koperasi Penyalur KUR. Pertama secara bisnis koperasi pasti mendapatkan benefit bahwa koperasinya mendapatkan untung karena bunga yang tetep sama dengan bank.

“Kalau koperasinya menyalurkan KUR melebihi bunga bank, berarti koperasi rugi karena yang dicover oleh pemerintah hanya selisi dari bunga rate pasar dengan kebijakan pasar yang 9%,” terang Agung.

Keuntungan kedua, secara sosial koperasi mempunyai trust dari anggota. Kepercayaan tumbuh lantaran kemampuan koperasi menyalurkan KUR. Sehingga memberikan kenyamanan bagi anggota untuk menempatkan uangnya di koperasi.

“Yang sangat penting bagi pegiat koperasi adalah koperasi itu sebenarnya kalau dikelola dengan baik itu juga bisa bersaing dengan lembaga keuangan lainya, layaknya bank,” kata Agung. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*