BKWK Dekopin Apresiasi Keunggulan Koperasi Syariah Abdi Kerta Raharja

Pipnews.co.id, Tangerang 13 Oktober 2017

Badan Koordinasi Wanita Koperasi (BKWK) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menyadari, bahwa Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KSPS) Abdi Kerta Raharja (AKR), yang beralamat di Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang, Banten, adalah memang koperasi sukses dan cemerlang.

Oleh karena itu, wajar-wajar saja kalau kepada koperasi ini diberikan apresiasi. “Bahkan lebih dari itu lagi, juga sangat patut dijadikan sebagai koperasi percontohan pola syariah di tanah air,” tutur Ketua BKWK Dekopin Dra Yetti Surtiyati Arief, ketika memimpin rombongan BKWK Dekopin datang berkunjung ke kantor pusat Koperasi AKR pada 12 Oktober 2017.

Turut serta dalam rombongan BKWK yang berjumlah 25 orang, sejumlah Pimpinan Paripurna dan Majelis Pakar Dekopin. Antara lain, Sularso. Endang Susanto, Endang Thohari, Dina Latifah  dan Dwi Purwaningsih. Di sana juga tampak Wakil Sekjen Dekopin Adji Gutomo.

Menurut Yetti, BKWK datang bertandang ke kantor Koperasi AKR, adalah dalam rangka kunjungan kerja. Pihaknya ingin mendapat masukan dan pengalaman dari AKR, tentang bagaimana kiat sukses dalam mengelola Kopwan Syariah. “Nanti konsep dari Koperasi AKR ini, boleh-boleh saja dicontek untuk dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan pola syariah di tanah air,” ujar Yetty kepada Pipnews.co.id di sela kunjungan.

Lantas, apa kata Hj.E Farida SE, Msi, Ketua Koperasi AKR tentang koperasi yang dipimpinnya. Ternyata Koperasi AKR yang didirikan tahun 2009 merupakan koperasi simpan pinjam yang dikelola secara syariah, dengan kepengurusan didominasi wanita. Oleh karena itu boleh dikatakan Koperasi AKR identik dengan Koperasi Wanita (Kopwan).

Farida mengaku, dalam mengelola Koperasi AKR, ia meramu prinsip koperasi berkolaborasi dengan model konsep Grameen Bank untuk orang miskin, yang beberapa tahun lalu sukses dipopulerkan Mohamad Yunus (Peraih Nobel) di  Negara Bangladesh.  “Jadi kalau dikatakan apa rahasianya, maka di cara “meramu” itulah kiat suksesnya,” imbuh Farida, yang juga seorang PNS dengan jabatan sebagai Kepala Bidang Ekonomi di Kantor Bupati Kabupaten Tangerang.

Ada memang yang tampak unik dari cara kerja Koperasi AKR, yaitu menyasar anggota dari Masayarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Suatu yang langka terjadi pada koperasi lain. Dengan diajak berkoperasi dengan pola syariah, mereka dimotivasi untuk mengangkat harkat martabat sesuai kemampuan masing-masing.

Sesuai karakteristiknya, semakin miskin masyarakatnya, semakin layak menjadi anggota, dan layak pula mendapat pelayanan kredit. Ini justru kebalikan dari uji kelayakan perbankan, yang layak itu adalah yang sudah bankable. “kemudian muncullah slogan Koperasi AKR berbunyi “Gebrak Sepintar, alias gerakan memberantas kemiskinan. Aneh kan.

Tapi itulah nyatanya, Koperasi AKR sukses memberbanyak anggotanya, dari tadinya hanya 480  orang saat didirikan pada 2009, menjadi 21.400 orang pada 2017. Luar biasa.

Tidak itu saja, dalam hal melayani pinjaman terhadap anggota yang “miskin-miskin” ini, Koperasi AKR, selain tidak menggunakan agunan, juga suku bunga relatip rendah. Antara 0 persen hingga 0,5 sampai 2 persen, tergantung jenis pinjamannya.

Lantas, apa jaminannya. “Jaminannya, adalah kelompok, karena pinjamannya memang disalurkan melalui kelompok. Jadi mereka sama-sama bertanggung jawab terhadap pinjaman yang disalurkan kopeasi” kata Farida. Seraya menambahkan, bahwa dalam proses merekrut keanggotaan, Koperasi AKR berkerjasama dengan pihak RT, RW dan Kelurahan.

Dalam menghimpun modal untuk diputar di unit syariah, koperasi ini memiliki sejumlah produk simpanan, yang ditawarkan kepada para nggota. Antara lain disebut SiSuka (simpanan sukarela), Sijaka (simpanan berjangka), SiMapan (simpanan mas depan), SiTasya (simpanan tamasya), SiQuat (simpanan qurban aqiqah terencana) dan SHUT (simpanan haji dan umroh). Semua produk simpanan ini diberi jasa dengan suku bunga cukup bersaing. Kalau disetarakan, rata-rata 1 persen perbulan,” tutur Farida,

Kata dia, saat ini Koperasi AKR sudah punya aset Rp 35 miliar dengan perputaran usaha rata-rat Rp 1 miliar perminggu. Atau dengan kata lain Rp 48 miliar satu tahun. Perputaran usaha ini disalurkan kepada anggota melalui  11 kantor cabang pelayanan yang tersebar di Kabupaten Tangerang,  Kota Serang,  Kabupaten Serang dan 8i Kota Tangerang Selatan.

Sekadar diketahui, sukses yang dicapai Koperasi AKR telah menghantarkan koperasi ini meraih penghargaan dengan menyandang gelar sebagai Koperasi Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2014. Sementara untuk sang ketua Hj. E Farida telah mendapat anugrah berupa “Bakti Koperasi” dari Kementerian Koperasi dan UKM. Penghargaan ini diterima Farida dari Menteri Koperasi UKM AAGN Puspayoga pada peringatan Hari Koperasi ke-70 di kota Makasar Juli lalu. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*