Deputi Pengawasan Kemenkop : Ada 12 Koperasi Diduga Investasi Bodong

Pipnews.co.id, Jakarta 22 Oktober 2017

Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) Suparno meminta,  agar Satuan Tugas (Satgas) pengawasan koperasi memperkuat tugas dan fungsinya di daerah. Hal itu dikatakan Suparno di kantornya, Jakarta 20/10/207)

“Penguatan pengawasan memang sangat penting dan vital agar koperasi di daerah tumbuh sehat dan berkualitas,” imbuhnya lagi.

Kata dia, dengan adanya pengawasan tehadap kinerja koperasi secara menyeluruh koperasi di daerah dapat tumbuh sehat, memiliki jati diri sesuai prinsip perkoperasian serta berdaya saing tinggi.

Faktor lain dari pentingnya pengawasan, lanjut Suparno, untuk mendeteksi kemungkinan koperasi dimanfaatkan oknum tertentu melakukan kegiatan yang merusak keberadaan koperasi dan merugikan anggota. Dia mencontohkan, koperasi dijadikan sebagai tempat pencucian uang atau pembiayaan buat kegiatan terorisme. Penyimpangan seperti itu harus dicegah.

Kata Suparno, dari informasi yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tim Waspada Investasi OJK mencurigai ada 48 lembaga, 12 di antaranya koperasi, melakukan kegiatan ekonomi tak benar alias bodong. Kini, pengawasan terhadap 48 lembaga tersebut dilakukan lebih dalam.

“Di antara koperasi yang masuk daftar OJK tersebut, ada yang mau memperbaiki setelah kami lakukan pembinaan terhadap koperasi bersangkutan,” tutur  Suparno. Seraya menambahkan, dengan pengawasan berjenjang.sesuai kewenangan masing-masing, ia berharap ke depan tidak ada lagi kasus yang merusak nama koperasi.

Suparno menambahkan Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya melakukan perbaikan regulasi agar tidak ada celah bagi oknum tertentu yang ingin merusak keberadaan koperasi. Selain itu, Kementerian juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait lain, termasuk dengan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK). (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*