PDB Koperasi dan Rasio Kewirausahaan Meningkat Signifikan

pipnews.co.id, Yogyakarta 25 Oktober 2017

Program strategis yang dijalankan Kementerian Koperasi dan UKM dalam mengembangkan koperasi dan UKM ternyata tidak sia-sia. Melalui program strategis itu kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) koperasi  terhadap PDB nasional meningkat signifikan.

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan hal tersebut saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) ke-II Tahun 2017 di Hotel Sahid Jaya, Yogyakartya pada 24 Oktober 2017.

PDB Koperasi lanjut Menkop, naik dari 1,71 persen pada 2014 menjadi 3,99 persen pada 2016. “Bahkan termasuk rasio kewirausahaan secara nasional, juga meningkat signifikan, yaitu dari 1,65 persen pada 2014 melonjak menjadi 3,01 persen pada 2016,” tutur Puspayoga.

Rakernas ini selain dihadiri seluruh Pimpinan Paripurna Dekopin di bawah Pimpinan Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum Dekopin Nachrowi Ramli, juga diikuti seluruh Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) dari 34 Provinsi.

Menurut Pupasyoga, Kementerian Koperasi dan UKM mengemban mandat  Nawacita  ke-6 meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional dan Nawa Cita ke-7 menggerakkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
Ada tiga program prioritas Kementerian Koperasi dan UKM, yaitu Program Pengembangan Koperasi dan UKM, Akses Pembiayaan bagi Koperasi dan UMKM, dan Pemberdayaan UMKM melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional. Ketiganya  dijabarkan dalam berbagai program strategis.

Sementara Program Pengembangan Koperasi dan UKM, kata Puspayoga, terdiri dari tiga langkah strategis, yaitu Reformasi Koperasi. Reformasi Koperasi terdiri dari tiga tahapan yakni Reorientasi, Rehabilitasi dan Pengembangan.

Reorientasi yang dilakukan kata Puspayoga, dengan mengubah paradigma pembangunan koperasi dari kuantitas menjadi kualitas untuk mewujudkan koperasi modern berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Rehabilitasi, jelas Puspayoga, yakni memperbaiki dan membangun database system koperasi melalui online database system (ODS) untuk mendapatkan data koperasi yang akurat. Melalui tahapan ini, Kementerian Koperasi dan UKM telah membubarkan koperasi tidak aktif dan tidak RAT.

“Hasil pemutakhiran data ODS menghasilkan data koperasi aktif 153.171 unit, dan koperasi  dibubarkan  40.013 unit,” katanya.

Sementara Pengembangan, lanjut Puspayoga, yaitu dengan meningkatkan kapasitas koperasi melalui regulasi yang kondusif, perkuatan SDM, kelembagaan, pembiayaan, pemasaran dan teknologi.

Kementerian Koperasi dan UKM, lanjut dia, juga mendorong kemudahan akses pembiayaan koperasi dan UMKM. Hal ini dilakukan dengan mendorong percepatan penyaluran KUR. Berdasarkan data penyaluran KUR telah mencapai Rp 69,6 triliun atau 65,5 persen dari total target KUR sebesar Rp 106,2 triliun kepada 3.098.515 juta debitur. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*