Sri Mulyani Ingin Pembiayaan Ekspor UKM Naik dari 12 Persen Jadi 20 Persen

Pipnews.co.id, Sermarang 30 Oktober 2017

Kabar baik bagi kalangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) yang produknya berorientasi ekspor. Bahwa untuk lebih mencukupi ketersediaan pendanaan untuk pembiayaan ekspor, pemerintah akan membuka peluang untuk menambah porsi kredit ekspor.

Menteri Keuangan Sri Muyani Indrawati mengatakan, ia ingin agar sektor pelaku UKM mendunia. “Caranya, porsi pembiayaan kepada UKM ditingkatkan atau pembiayaannya diperluas. Saya minta porsinya dinaikkan dari 12 persen sekarang menjadi 20 persen,” kata Sri Mulyani saat menghadiri peringatan sewindu Indonesia Eximbank  di Semarang, Sabtu (28/10/2017).

Menkeu Sri Multani ingin agar Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) itu dapat menyerap lebih banyak UKM untuk dikirim keluar negeri.

Sementara UKM yang dapat dibiayai lanjut dia, adalah UKM potensial yang sebelumnya dibina oleh Kementerian maupun Pemerintah Daerah setempat.

“Jadi LPEI tidak perlu cari UKM baru, tapi peningkatan UKM yang dapat bantuan, dan program dari berbagai kementrian, itu diidentifikasi dikombinasi dengan pemda,” ujarnya, seperti dikutip dari mketerangan tertulis (30/10/2019).

Setelah mendapat data UKM lalu dikombinasikan induk dilakukan kerja bersama. Selanjutnya, jika sudah mulai berkembang dan mengarah ke ekspor, LPEI tinggal bekerjasama dengan Bea Cukai untuk memfasilitasi pengiriman ekspor.

“Nanti kalau itu dilakukan bersama-sama kita dapat kerjasama dengan bea cukai untuk mempermudah, mulai pembukaan ekspor, bahan baku, atau mekanisme ekspornya. Saya ingin kerjasama dengan stake holderlainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Sinthya Roesly sebelumnya mengatakan, sejak didirikan pada 2009, Eximbank terus menyalurkan kredit baik kepada UKM atau pihak lain untuk keperluan ekspor.

Selama 8 tahun, sejumlah aset, pembiayaan, penjaminan angkanya selalu meningkat. Sinthya merinci aset lembaga itu misalnya dari modal Rp 8 Triliun sejak berdiri, kini menjadi Rp 108 Triliun.

Dari sektor pembiayaan, Eximbank telah menyalurkan kredit ekspor hingga Rp 98 triliun dari semula Rp 9 Triliun. Sektor penjaminan juga tumbuh dari semula Rp 300 Miliar kini bernilai Rp 9 Triliun. Sementara sektor asuransi yang sebelumnya bernilai aset nol kini telah beromset Rp 10 Triliun. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*