Mengembalikan Momen Bersejarah “Purwokerto Kota Koperasi”

Pipnews.co.id, Purwokerto 31 Oktober 2017

Kota Purwokerto, Jawa Tengah digagas sebagai Kota Koperasi. Gagasan ini merupakan sebuah konsep perjuangan gerakan koperasi di lingkungan Kabupaten Banyumas sampai dengan 2022. Hal tersebut mengemuka pada diskusi “Ngobrol Santai” antara gerakan koperasi yang terhimpun dalam Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Banyumas dengan Bupati Banyumas, Achmad Husein di Pendapa Si Panji, pekan lalu.

Agenda yang merupakan bagian dari rangkaian HUT Koperasi 2017 yang digelar oleh Dekopinda Banyumas, dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Banyumas beserta jajaarannya.

Direktur Kopkun Institute Purwokerto, Firdaus Putra, mengemukakan, gagasan Purwokerto sebagai Kota Koperasi secara konsepsi memiliki tujuan besar, antara lain sebagai upaya sistematis membangun ekosistem yang baik agar mendukung tumbuhnya koperasi-koperasi yang benar, sehingga mengurangi praktik koperasi abal-abal.

Kemudian, mengembalikan momen bersejarah Purwokerto sebagai tempat lahirnya koperasi pertama di Indonesia tahun 1896 oleh RA Wirjaatmaja. Untuk itu wajar menjadikan Purwokerto sebagai tempat kejayaan koperasi di masa depan. “Targetnya, jumlah anggota pemilik koperasi bertambah menjadi 70 persen warga Banyumas, jumlah koperasi yang baik bertambah serta menurunnya jumlah koperasi abal-abal.

Manfaatnya, masyarakat terlayani dengan prima oleh koperasi-koperasi yang baik,” katanya menjelaskan. Ketua Dekopinda Banyumas, Arsad Dalimunte menambahkan, untuk mendukung perwujudannya di 2022, dirumuskan beberapa tahapan diantaranya, konsilidasi koperasi dan gerakan koperasi (2018), promosi koperasi bagus ke masyarakat (2019), capaian kualitas koperasi dan jumlah anggota koperasi (2020), dampak koperasi nyata di masyarakat (2021) dan pelembagaan Purwokerto Kota Koperasi (2022).

Mengapresiasi Gagasan

Sementara itu, Bupati Banyumas Achmad Husein, mengapresiasi terhadap gagasan Purwokero Kota Koperasi, karena agenda Kota Koperasi merupakan kehendak yang sangat luhur dan membanggakan Kabupaten Banyumas.

Ia berpandangan terdapat beberapa indikator keberhasilan Purwokerto Kota Koperasi, antara lain koperasi hadir di keseharian hidup mayoritas masyarakat Banyumas, koperasi-koperasi di lingkungan Banyumas memiliki capaian dan prestasi yang layak dibanggakan dan ditauladani, serta jika orang mau mendengar, melihat dan belajar koperasi di Indonesia, maka belajarnya ke Purwokerto. Untuk mencapai hal tersebut, sambung dia, diperlukan langkahlangkah serius dalam mewujudkannya.

Tahapan-tahapan yang dilakukan harus didetailkan, terukur, dan dievaluasi secara periodik sehingga pada 2022, Purwokerto menjadi Kota Koperasi terwujud dan keberadaan koperasi efektif menolong masyarakat Banyumas.

Bupati berharap, koperasi terus berbenah dan meningkatkan kualitas pengelolaannya koperasi mampu menekan angka kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran, sehingga gap antara si miskin dan si kaya semakin kecil. (Yan)

Sumber : Dekopinda Banyumas

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*