Hanya 9 persen Pelaku UMKM Jualan Produk Lewat Marketplace

Semuel Abrijani Pangerapan.

Pipnews.co.id,  Jakarta 1 November 2017.

Saat ini baru 9 persen dari total UMKM yang serius menggunakan teknologi digital untuk mengembangkan bisnisnya. Demikian dikatakan oleh Semuel Abrijani Pengerapan Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) .  Itu artinya, masih banyak UMKM yang belum tersentuh teknologi dalam pengembangan bisnisnya

Kedepan diharapkan perbandingannya berbalik. Maksudnya, lebih banyak UMKM yang berjualan di channel teknologi daripada konvensional. Saat ini, dia tak menampik dari 9 persen UMKM barangkali  masih ada yang menjual barangnya melalui media sosial. Sebut saja seperti Instagram.

Padahal, potensi penjualan terbaik ada di channel e-commerce atau market place, misalnya saja Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dan lain sebagainya.

“Untuk promosi memang bagus menggunakan media sosial. Tetapi, kalau penjualan, menurut saya, lebih baik ke e-commerce atau market place,” katanya ketika ditemui di Jakarta Selasa (31/10).

Saat ini, pemerintah telah melakukan kerja sama dengan pemain e-commerce. Sebagai contoh, adanya program khusus yang dibuat pemerintah bersama Lazada untuk menyosialisasikan kepada UMKM mengenai penggunaan teknologi untuk bisnis mereka.

Kemkominfo sendiri akan memfasilitasi 6 juta UMKM agar Go Digital pada tahun 2020. Program UMKM Go Digital ini diharapkan dapat menjadi salah satu akselerator pertumbuhan ekonomi nasional dan pengembangan kapasitas perdagangan nasional.

Sumber : Merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*