Tinggal Menunggu Waktu Saja, Kopdit Obor Mas Akan Jadi Penyalur KUR

Pipnewsd.co.id, Jakarta 1 Oktober 2017

Tinggal menunggu waktu saja, maka Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas asal Maumere, Kabupetan Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan tampil menjadi koperasi “kedua” (setelah Kospin Jasa) yang diizinkan sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

General Manager Kopdit Obor Mas L. Frediyanto SM mengatakan hal tersebut kepada wartawan  di sela acara peluncuran Buku 100 Koperasi Besar Indonesia di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM pada 30 Oktober 2017.

“Dengan BI kita sudah tanda tangan MoU. SIKP (Sistem Informasi Kredit Program). Selanjutnya, Kementerian Keuangan akan datang ke Maumere untuk di-installdan di-on sign. Kami juga sudah coba juga di Jakarta di kementerian. Sudah oke. Jadi operasionalnya tinggal menunggu waktu saja,” tutur Frediyanto..

Ia mengatakan untuk tahap awal Kopdit Obor Mas telah memasang target penyaluran KUR sebanyak Rp 50 miliar lantaran hanya tersisa waktu dua bulan hingga akhir tahun. Namun, koperasi yang berbisnis utama simpan pinjam ini berharap mendapatkan mandat menyalurkan KUR Rp 200 miliar pada 2018.

Agar target penyaluran KUR hingga akhir tahun tercapai, Frediyanto bilang telah terlebih dahulu memberikan pendidikan finansial kepada anggota agar dapat mengembangkan usaha produktif. Setelah itu diberikan pinjaman dari koperasi.

“Mereka yang sudah pernah meminjam ini lah yang akan kita jadikan pasar penyaluran KUR ke depannya. Sebab kita harus melihat dulu perilaku mereka dalam meminjam uang apakah baik atau tidak. Bila baik nanti kita arahkan mereka kepada KUR,” kata Frediyanto

Asal tahu saja, per 30 September 2017 Koperasi Obor Mas memiliki aset Rp 574 miliar dengan anggota 74.235 orang. Sedangkan simpanan anggota yang sudah berhasil dihimpun oleh koperasi sebanyak Rp 493 miliar.

Hingga akhir tahun, Frediyanto mengatakan target aset yang hendak dicapai sebanyak Rp 600 miliar. Sedangkan jumlah anggota yang ingin dicapai sebanyak 75.000 orang.

Berbicara omzet, Frediyanto mengatakan bila akhir 2016 koperasi berhasil meraup omzet Rp 200 miliar. Sedangkan omzet per September 2017 sudah mencapai Rp 300 miliar. Frediyanto pun optimis dapat meraup target omzet di akhir tahun sebanyak Rp 350 miliar.

Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan UKM, penyaluran KUR secara nasional per 30 September 2017 sebanyak Rp 69,68 triliun kepada 3,09 juta debitur. Padahal hingga akhir tahun, pemerintah menargetkan dapat merealisasikan Rp 110 triliun. Hal ini naik dibandingkan pada 2016 yang hanya Rp 100 triliun. Bahkan pemerintah sudah menetapkan bunga KUR turun dari 9% menjadi 7% per 1 Januari 2018. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*