Enam UMKM Binaan SMESCO Diboyong ke Timur Tengah Ikut Pameran

Pipnews.co.id, Jakarta 9 November 2017

Indonesia gencar memperluas akses pemasaran hingga ke luar negeri. SMESCO Indonesia memboyong enam UKM binaannya dari kategori produk furniture dan home decor untuk mengikuti Decofair 2017 di Hilton Hotel Covention yang terletak di pusat bisnis kota Jeddah, Arab Saudi.

Para UKM mitra SMESCO yang mengikuti pameran tersebut, yakni Manggar Natural, Berkah Haramain, Asmoro Furniture, Jade Intetior, Suwastama, dan Hanung Craft akan mengikuti pameran mulai Senin sampai Kamis.

“Saat ini, Arab Saudi adalah pasar yang paling menarik di Timur Tengah dengan populasi dan ekonomi terbesar (lebih dari 30 juta orang pada 2025) menjanjikan peluang yang besar untuk ekspansi bisnis dan pertumbuhan,” ujar Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Emilia Suhaimi di Jeddah, Arab Saudi, Selasa (7/11/2017).

Mengutip siaran pers LPP-KUMKM, Konsistensi keikutsertaan SMESCO Indonesia dalam pameran Decofair 2017 akan memantapkan perluasan akses pasar dan jaringan pemasaran ke pasar international untuk memasok produk home decor dan furniture berkualitas yang saat ini tersebar 750 sentra UKM di 34 provinsi. SMESCO memanfaatkan display produk sebanyak 4 booth dengan luas 36 m2. Dari event tersebut beberapa pihak di Arab Saudi memesan produk Indonesia yang jumlahnya sangat besar.

“Ini kali kedua SMESCO ikut Decofair. Makanya, SMESCO harus terus ikut secara kontinu dalam kegiatan pameran bertaraf internasional tersebut, agar produk Indonesia semakin dikenal buyer asing,” ujar Emilia.

Keikutsertaan LLP-KUKM pada pameran Decofair, tujuannya untuk memperluas akses pasar produk KUKM ke mancanegara, khususnya ke negara Timur Tengah. Apalagi, Arab Saudi sebagai pusat bisnis. Jadi, pameran ini tidak hanya dihadiri oleh buyer potensial dari Timur Tengah, tapi juga dari negara-negara Eropa, seperti Italia, Portugal dan Spanyol.

“Pihak LLP-KUKM saat ini sedang memfolow-up buyer untuk produk furniture, home decoration, dan kerajinan tangan motif batik,” ujar Emilia.

Emilia menambahkan, sebagai lembaga pemerintah yang bertugas memasarkan produk koperasi dan UKM, kehadiran LLP-KUKM atau SMESCO Indonesia di pameran luar negeri adalah jalur yang tepat. LLP-KUKM membuka akses pasar produk KUKM Indonesia agar dikenal masyarakat global, antara lain kawasan Timur Tengah.

“Dengan begitu produk Indonesia tidak hanya menjadi juara di pasar dalam negeri, tapi mampu berkompetisi di pasar luar negeri. Kami akan terus mendorong UKM mitra LLP-KUKM untuk masuk ke pasar negara teluk,” katanya.

Emilia menjelaskan, KJRI Jeddah memiliki komitmen untuk terus mendorong peningkatan kerja sama antara Indonesia dengan Arab Saudi, dan siap memfasilitasi upaya-upaya peningkatan kerja sama tersebut. Selain itu, pada hari pertama, booth SMESCO dikunjungi Kepala ITPC Jeddah Gunawan. Dalam kesempatan tersebut, kata Emilia, target transaksi potensial buyer diharapkan sebesar US 1,7 juta dibanding tahun lalu sebesar US 1,5 juta. Nah, transaksi ritel lebih banyak diminati untuk produk home decor yang berbahan dasar kayu dan rotan.

“Buyer potensial di hari pertama sebanyak 11. Berasal dari Jeddah dan negara-negara sekitarnya. Seperti Riyadh dan Yaman. Jadi, diharapkan dari event tersebut para UKM-UKM Indonesia menjadi lebih kreatif menghasilkan produk-produk yang berkualitas tinggi dan dapat bersaing di pasar global,” paparnya. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*