Koperasi TKBM Pelabuhan Ambon Ancam Mogok Kerja

Pipnews.co.id, Ambon 18 November 2017

Merasa dikibuli oleh salah satu perusahaan bongkar muat, pimpinan buruh pelabuhan mengancam menggelar aksi mogok. Para buruh pelabuhan resah karena selama ini Perusahaan dimaksud yaitu, PT Tempuran Emas (TEMAS) tidak merealisasikan janji. Yakni, menjadikan Pelabuhan Ambon sebagai pelabuhan transit bagi kapal-kapal peti kemas perusahaan itu.

Sekretaris Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Yos Sudarso Ambon Machale Suatrean mengatakan, PT TEMAS selama ini hanya tipu-tipu. Tarif yang murah dari TKBM tidak dibarengi dengan transit peti kemas di Pelabuhan Ambon. “Jadi kita akan siapkan gerakan untuk mogok,” tegas Sekretaris Koperasi TKBM Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Machale Suatrean kepada Kabar Timur Online beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika kapal-kapal peti kemas PT TEMAS menjadikan pelabuhan ini untuk transit, ini akan memberi banyak pekerjaan bagi para buruh. Karena peti kemas di pelabuhan Ambon bertambah. “Tapi faktanya, dari 300 kontener (peti kemas), cuma 50 saja yang turun di Ambon. Yang lain sisa dibawa langsung ke Papua sana,” katanya.

Padahal sesuai konsep yang disepakati kedua pihak, papar Machale, PT TEMAS akan menggunakan empat trip permuatan peti kemas melalui pelabuhan Ambon. Misalnya, Timika-Ambon, Ambon-Timika, Ambon-Jayapura dan Jakarta-Ambon. Dari keempat trip tersebut, misalnya kapal-kapal PT TEMAS dari Jakarta, mereka harus menyinggahi pelabuhan Ambon dan menurunkan peti-peti kemas tersebut.

Sedang peti kemas yang akan diangkut ke Timika atau Jayapura, maka kapal-kapal lain dari perusahaan nanti yang meneruskan pengangkutan peti-peti kemas tersebut dari pelabuhan Ambon ke dua pelabuhan tersebut. Dengan demikian, pelabuhan Ambon jelas Machale, akan menjadi tempat transit bagi peti-peti kemas yang dibawa oleh kapal-kapal perusahaan.

Tapi ternyata PT TEMAS tidak merealisasikan kesepakatan itu. Tenaga dari Koperasi TKBM tetap dibayar sesuai perjanjian dengan tarif murah, tapi di lain pihak perusahaan itu tidak memberikan keuntungan apa-apa bagi pihaknya. Berarti lanjut Machale, dengan diundangnya para pengurus Koperasi TKBM oleh managemen PT TEMAS beberapa waktu lalu hanya akal-akalan.

Dengan modus untuk kesepakatan empat trip PT TEMAS versus Tarif Murah dari TKBM tersebut. “Jangan dikira kita dipanggil ke Jakarta difasilitasi tinggal di hotel, dikasih uang transport lalu katong diam? Kalau pengurus lain mungkin bisa diam. Tapi kalau Machale tak mungkin lah!,” tegasnya.(Yan). Sumber Kabar Timur Online.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*