Koperasi TKBM Siap Mempertahankan Eksistensi Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan

Pipnews.co.id, 21 November 2017

Apapun yang terjadi, Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Koperasi TKBM), siap mempertahankan eksistensinya di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia. Itulah tekad bulat yang sudah disepakati keluarga besar Koperasi TKBM seluruh Nusantara.

Tekad bulat ini disuarakan oleh sekitar 60 orang anggota koperasi tenaga kerja bongkar muat, yang pada 20 November 2017 sedang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Operator Crane di Hotel Grand Cempaka, Jakarta.

“Kami siap bersaing dan mempertahankan keberadaan Koperasi TKBM di seluruh pelabuhan di Indonesia,” tegas, Abdul Rachmad, seorang anggota Koperasi TKBM yang datang dari pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur.

Hal senada juga dikatakan Justinus, peserta pelatihan dari Koperasi TKBM Pontianak, bahwa kata dia tidak ada yang boleh melarang koperasi TKBM beroperasi di pelabuhan. “Koperasi adalah wadah organisasi kami mencari nafkah,” imbuhnya, kepada Pipnews.co.id, di sela pelatihan.

Sementara itu, Ketua Induk Koperasi TKBM Soegito, yang bertindak sebagai penyelenggara pelatihan mengatakan, adanya kesepakatan mempertahankan eksistensi Koperasi TKBM di pelabuhan, itu erat kaitannya dengan terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 152 Tahun 2016.

“Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 152/2016 yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Budi Karya pada , lembaga Koperasi sebagai pelaku ekonomi tidak lagi disebut sebagai salah satu Badan Hukum Indonesia yang boleh beroperasi di pelabuhan. Yang boleh hanya Perseroan Terbatas (PT).  Hal inilah yang membuat para anggota Koperasi TKBM menjadi resah,” tutur Soegito.

Dia mengatakan, jika misalnya ada diantara Koperasi TKBM kurang sempurna dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, bukan langsung dibubarkan. Kekurangan itu bisa dilakukan melalui pembinaan oleh pemerintah, dan bukan langsung dimatikan begitu saja, imbuhnya lagi.

Soegito berharap, agar  pemerintah dapat meninjau ulang Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 152 tahun 2016. “Alasannya Koperasi TKBM sudah eksis dan beroperasi di pelabuhan seluruh Indonesia sejak tahun 1989, atau usianya sudah 28 tahun. Masa mau dibinasakan begitu saja, gara-gara peraturan menteri,” tegas Soegito, yang mantan KPLP di pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta.

Terkait pelaksanaan pelatihan, Soegito mengaku, itu dibiayai secara swadaya oleh masing-masing perserta, yang datang dari berbagai Koperasi TKBM di seluruh Nusantara. Ada dari Cirebon, Semarang, Tegal, Kalimantan dan Sulawesi, Maluku dan Papua.

Sedang tema pelatihan mengambil topik “Dengan Pendidikan dan Pelatihan Kompetensi Pesawat Angkat & Angkut K3 Operatoe Crane Kami Siapa Bersaing dan Mempertahankan    Eksistensi Koperasi Senagai Penyedia Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan”. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*