Ikopin : Mahasiswa yang Masih Kuliah Harus Berani Jajal Wirausaha

Pipnews.co.id, Bandung 30 November 2017

Kendati belum menyelesaikan pendidikan formal, mahasiswa harus berani memulai wirausaha. Mahasiswa harus mengubah mindset dari jobseeker (pencari kerja) usai menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi job creator (pembuat lapangan kerja).

Direktur Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Ikopin (PIBI), Indra Fahmi, mengatakan hal tersebut pada Seminar Berbisnis Sejak Mahasiswa, Why Not? di Kantor Pikiran Rakyat, Jln. Asia Afrika, Bandung, Rabu, 29 November 2017. Menurut dia, semakin dini memulai wirausaha akan semakin baik.

“Kenapa harus sejak mahasiswa? Pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang akan mendapatkan pekerjaan layak. Jumlah lapangan kerja formal terbatas. Oleh karena itu, mahasiswa harus menyiapkan masa depannya sejak dini, agar mampu bersaing dan tidak menambah deretan pengangguran terdidik di negeri ini,” tutur Indra.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), per Agustus 2017 jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7,04 juta orang, naik 10 ribu orang year on year (yoy). Jumlah TPT tersebut mencapai 5,5% angkatan kerja. Padahal, menurut Indra, idealnya TPT sebuah negara hanya 3%.

Sementara jika dirinci berdasarkan pendidikan, sebanyak 5,18% TPT adalah mereka yang berpendidikan sarjana. Angka tersebut terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana pada 2016 tercatat sebesar 4,98% dan 2015 sebanyak 4,87%.

“Sekarang pertanyaannya, kenapa harus berwirausaha? Selain karena banyak karakter positif yang bisa diperoleh mahasiswa, dengan berwirausaha mereka juga bisa membantu membuka lapangan kerja. Bisnisnya juga bisa diwariskan,” tuturnya, seperti dilansir Pikiran Rakyat.

Oleh karena itu, ia menghimbau agar mahasiswa harus berani keluar dari zona nyaman, berani mengambil risiko, dan tampil beda dengan manjajal dunia usaha. Ia mengatakan, menjadi wirausaha todak butuh bakat dan pengalaman, hanya kemauan untuk belajar dan ketekunan dalam menjalankan usaha.

“Memang banyak ketakutan yang dihadapi mahasiswa dan masyarakat pada umumnya saat akan menjajal wirausaha. Mulai dari persoalan modal hingga kesiapan mental. Tidak ada persoalan yanh tidak ada solusinya. Selalu ada jalan selama ada keinginan,” tutur Indra.

Jangan takut sumber modal

Pemilik Usaha Sambal Kering Si Rawit, Mia Minarti, mengatakan, mahasiswajangan malu memulai usaha sejak dini. Ia sendiri mengaku sudah mulai berdagang sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD).

“Dengan menjadi wirausaha, bukan hanya bisa mendapatkan penghasilan, kita juga bisa mempekerjakan orang lain. Mulai dari potensi di sekitar kita. Dekati sumber bahan baku dan buat jejaring pasar yang kuat di titik potensial,” tuturnya.

Chief Executive Officer (CEO) Design For Dream, Irvandias Sanjaya, mengatakan, dalam memulai usaha tidak perlu takut dengan sumber permodalan. Khusus untuk bidang sociopreneur, menurut dia, ada banyak pihak yang bersedia menggelontorkan permodalan bagi mereka yang bergerak di bidang tersebut.

“Jangan takut untuk berbinis. Sama seperti bisnis pada umumnya, sociopreneur juga hatus berpikir bisnis terlebih dahulu, baru aspek sosialnya. Jika tidak, usaha akan sulit berjalan karena ketiadaan modal,” ujar mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang dalam usahanya memberdayakan masyarakat dengan keterbatasan tersebut. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*