Kopdit Obor Mas dari Maumere NTT Koperasi Kedua Penyalur KUR

Pipnews.co.id, Maumere 9 Januari 2018

Setelah cukup lama ditunggu-tunggu, akhirnya Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas dari Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menjadi lembaga keuangan non bank  sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Peresmian sebagai penyalur KUR  dilakukan Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga di Maumere pekan lalu.

Dengan resminya Kopdit Obor Mas sebagai penyalur KUR, maka kini ada dua koperasi yang sudah diizinkan  sebagai penyalur KUR.. Sebelumnya, adalah Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa Pekalongan, Jawa Tengah.

Tapi, tidak hanya sekadar penyalur KUR,  bersamaan dengan acara peresmian, Menteri Koperasi Puspayoga sekaligus juga meluncurkan pembukan ATM dan enam unit Mobil Kas Keliling milik Kopdit Obor Mas. Mobil kas keliling ini akan  memperkuat fasilitas demi memuluskan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menteri Koperasi dan UKM AANG Puspayoga mengatakan mobil kas keliling memiliki banyak fungsi pelkayanan. Antara lain sebagai tarik dan setor tunai, penerimaan anggota baru, pembukaan rekening tabungan, serta konsultasi pinjaman.

“Bila kualitas usaha Kopdit Obor Mas terus ditingkatkan, bukan tidak mungkin akan bisa listing di Bursa Efek Indonesia, seperti Kospin Jasa,” imbuh Puspayoga dalam sambutannya

Puspayoga pun berharap, agar Kopdit Obor Mas tidak melulu berorientasi kepada besarnya sisa hasil usaha (SHU), sehingga bisa menciptakan bunga rendah bagi anggotanya.

Sebagai informasi, realisasi penyaluran KUR di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) per 30 November 2017 senilai Rp 1,2 triliun yang disalurkan kepada 48.118 debitur.

Sementara itu, Ketua KSP Kopdit Obor Mas Gabriel Tongge mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan penyaluran KUR untuk kesejahteraan para anggota koperasi. Dengan total jumlah anggota sebanyak 78.000 orang, KUR diperuntukkan bagi anggota koperasi yang punya usaha produktif dan memenuhi syarat sebagai penerima KUR.

“Kita memiliki produk KUR Mikro dengan maksimal pinjaman Rp 25 juta, dengan jangka waktu 36 bulan. Sedangkan KUR Ritel dengan maksimal pinjaman antara Rp 25 juta sampai Rp 500 juta dengan jangka waktu lima tahun,” imbuh Gabriel.

Gabriel menambahkan, Kopdit Obor Mas akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh anggotanya. Dan dengan prioritas lebih kepada bidang pendidikan bagi seluruh anggota koperasi.

“Saat ini, Kopdit Obor Mas memiliki aset sebesar Rp 575 miliar dan volume pinjaman senilai Rp 307 miliar. Penyaluran perdana KUR kepada 10 anggota Kopdit Obor Mas yang bergerak di sektor usaha pertanian, perkebunan, dan perdagangan, dengan total penyaluran sebesar Rp 350 juta,” pungkas Gabriel. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*