BUMDES akan Kawal Program Minapadi

pipnewsews.co.id-Temanggung, 20 januari 2018

Gaung program minapadi memang tak senyaring beberapa dekade lalu. Bahkan seiring penggunaan pestisida yang over oleh petani membuat ikan dan belut tak lagi hidup berdampingan dengan padi. Namun kini akan kembali hidup seiring dilakukannya lagi budidaya minapadi di sawah-swah yang berpotensi. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun telah kontinyu melakukan pembinaan budidaya perikanan air tawar. Termasuk di dalamnya dikembangkan program minapadi.

Program tersebut salah satunya telah dilaksanakan di Kabupaten Temanggung-Jawa Tengah. Program yang mendapat pendampingan dari Dirjen Budidaya, KKP, telah mengembangkan budidaya ikan air tawar dengan sistem mina padi itu berada di lahan seluas 50 hektar, di Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Temanggung. Kini program tersebut telah memasuki masa panen.

Demikian penuturan Muhammad Hadi, Kepala Bidang Perikanan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung. Memasuki Januari ini kata dia program yang didampinginya sudah mulai dipanen. Tahap awal telah dipanen sebanyak 500 kg ikan nila.

Agar program tersebut terus berkesinambungan dan berilai ekonomi imbuh Hadi, penanganannya akan dipercayakan kepada Badan Usaka Milik Desa (Bumdes). Tepatnya Bumdes Soropadan yang akan menangani pengelolaan dan pemasaran ikan hasil budidaya tersebut.

Bumdes akan menyediakan lapak-lapak untuk penjualan ikan. Pola seperti ini diyakini Hadi akan meningkatkan penghasilan para pelaku budidaya minapadi. Nantinya uang hasil panen sebesar 25% panen akan dikembalikan kepada anggota kelompok, guna pembelian benih dan pakan ikan. Sehingga kedepannya mereka tak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk beli benih dan pakannya.

Harga ikan di tempat tersebut lanjut Hadi dijual dibawah harga pasar berkisar antara Rp 30 – 32 ribu per kg. Tepatnya Rp 28 ribu. “Bahkan kalau belinya dalam jumlah banyak harganya cuma Rp 22 ribu per kg,” jelasnya. .

Pengembangan minapadi di Desa Soropadan ini berada di areal seluas 50 hektar. Dari lahan seluas itu ditargetkan mampu menghasilkan 100 ton ikan nila.

Masih dikatakan Hadi dengan dukungan sumber air yang melimpah dan kondisi lahan yang bagus, maka diperhitungan setiap hektare dapat menghasilkan dua ton ikan, dengan tebaran bibit 20.000 ekor, per hektar.

Dalam melaksanakan program tersebut, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Temanggung, membutuhkan sedikitnya 300 juta benih ikan. Dengan target produksi pada 2018 mencapai 9.300 ton. Kebutuhan benih ikan tersebut mencakup sejumlah komoditas perikanan, seperti ikan nila, lele dan ikan mas.Dbs/Awes.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*