Iwapi Mengadu ke MPR agar Mendapatkan Kemudahan dari Pemerintah

Ibu-ibu Curhat ke Ketua MPR Soal Sulitnya Izin Usaha

PIPNews, Jakarta – Setiap tahun Indonesia membutuhkan lowongan kerja untuk jutaan orang yang membutuhkan. Saat ini sedikitnya kita setiap tahun mempunyai angkatan kerja sebanyak 2,7 juta orang. Separuh dari jumlah tersebut merupakan angkatan kerja baru, yakni mereka yang baru lulus dari sekolah menengah dan kuliahan.

Sayangnya dari angka tersebut hanya sekitar satu jutaan orang yang bisa tertampung. Sisanya menjadi pekerja serabutan dan pengangguran. Mencermati fakta demikian pemerintah dan dunia usaha diharuskan memperbanyak lagi menciptakan lapangan pekerjaan sehingga angka pengangguran bisa terus ditekan jumlahnya.

Demikian diungkapkan Zulkifli Hasan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) saat menghadiri syukuran 43 tahun Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) di Gedung Nusantara V MPR, Jakarta, Senin (12/2).

Hasan juga mengungkapkan mendukung penuh kiprah perempuan sebagai pengusaha dan wirausaha, seperti yang tergabung di Iwapi sebagai jalan menuju bangsa mandiri. Kata Hasan perempuan yang menjadi pengusaha itu mulia. “Dengan menjadi pengusaha kita bisa menolong orang banyak karena dapat membuka lapangan pekerjaan baru,” ujarnya.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 700 wanita yaang merupakan pengurus Iwapi dari seluruh Indonesia ini, imbuh Hasan pihaknya mendorong orgaisasi yang berdiri sejak 1975 itu. Terus didorong agar Iwapi mampu berperan mencetak wirausahawan dan pemerintah harus berpihak untuk membantunya. “Iwapi harus diberikan peluang dan kesempatan juga dilibatkan lebih masif lagi dalam proses pembangunan,” ujarnya lagi.

Hal tersebut ditegaskan Hasan atas keluhan yang disampaikan Ketua Umum Iwapi, Nita Yudi, terkait perijinan dan pajak dalam dalam dunia usaha serta bantuan modal untuk Iwapi.

Mengapa mengadu kepada MPR, karena kata Nita Ketua MPR itu selalu berani membela rakyat. “Pak Zul ini orangnya berani membela rakyat, sehingga Iwapi curhat supaya perizinan dimudahkan. Kami tolong disuarakan kesulitan yang dialami ibu-ibu anggota kami agar mudah dalam memulai usaha,” tandas Nita. Dsl/AWes.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*