Koperasi Wartawan Miliki Banyak Peluang

Pipnewss.co.id, Wonosobo – Bisnis di sektor simpan pinjam sudah tidak prospektif bagi koperasi serba usaha. Daya serap masyarakat terhadap sektor itu rendah seiring ekonomi masih lesu. Sementera ceruk bisnis jenis ini dana dikelola perbankan dan BMT skala besar saat ini tidak banyak terserap.

Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Wonosobo Muchammad Sahid saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Esem Sejahtera tahun buku 2017, yang digelar di Kafe Esem Wonosobo, Jawa Tengah pada 29 Marert 2018.

Koperasi yang dirintis para wartawan – pekerja media cetak, elektronik, dan radio di Wonosobo, Jateng ini diminta membidik peluang usaha lain di sektor riil seperti perdagangan online, profesionalisme skill, dan event organizer (EO).

Bisnis ini diprediksi menjanjikan termasuk sebagaimana usaha menjadi distributor yang sudah MoU di kementerian pertanian bersama KSU Karika Wonosobo.

Muchammad Sahid mengatakan saat masih berkembang seperti sekarang ini, KSU Esem Sejahtera harus agresif dan mengikuti perkembangan di lapangan. Salah satu keunggulan koperasi ini, imbuhnya, adalah dikelola kalangan wartawan memiliki jejaring luas sehingga banyak peluang bisa diambil secara profesional.

Ketua Pengurus Koperasi Esem Sejahtera, Muharno Zarka menyampaikan pada kurun 2017, anggota koperasi tercatat 250 orang. Semula para anggotanya hanya terdiri dari pekerja pers, namun dalam perkembangan sekiarang merambah masyarakat lainnya, PNS, kepala desa dan bertambah menyasar pedagang sayur dan tukang ojek.

‘’Pada tahun ini kami melirik peluang usaha non simpan pinjam, sebagaimana salah satu bidang usaha yang diusulkan Dekopinda. Dalam hal ini perdagangan online,’’ katanya.

Dijelaskannya, produk dikembangkan sebelumnya yaitu simpan pinjam, tabungan hari raya, pertokoan, dan tabungan wisata dengan dibantu sejumlah karyawan rata-rata setoran dana masuk bulanan mencapai Rp 24 juta.

Perputaran uang pada 2017 sebesar Rp 217 juta dengan pendapatan mayoritas pada sektor usaha EO. Sahid mengatakan koperasi yang sudah tiga kali menyelenggarakan RAT ini cukup bagus untuk berkembang.

Menurutnya, proses majunya koperasi butuh waktu yang lama dan proses tidak mudah karena harus berkompetisi. Dia mengusulkan agar pengurus koperasi mulai fokus pada penanganan bidang dan kompetensi yang dimiliki salah satunya event-event yang terkait dengan kompetensi wartawan.

Dia mengatakan koperasi berjalan tak hanya karena adanya undang-undang, peraturan presiden ataupun Kepres, tetapi dengan kerja keras membangun kebersamaan dalam mengelola usaha, memiliki etos kerja dan mampu bermitra. (SM/Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*