Tiga Menteri Hadiri Rakornas Pemuda Tani HKTI di Gedung Smesgo

Pipnews.co.id, Jakarta – Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Gedung Smesco lantai 4 Jalan Gatot Subroto Kav 94, Jakarta Selatan,Rabu (28/3).

Dalam Rakornas ini tiga menteri terkait diundang sebagai narasumber, yakni Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal &Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dengan tema ‘Kontribusi Pembangunan Desa Dalam Mensupport Pergerakan Ekspor Komoditi Pangan’.

Kemudian Menteri Pemuda dan Olahraga akan membawakan tema ‘Regenerasi Petani Muda Melalui Inovasi’, serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dengan tema ‘Memaksimalkan Peran Koperasi Untuk Kesejahteraan Petani.’

Di samping itu, dalam agenda Rakornas, dilakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kedutaan Inggris antara DPN HKTI dengan British Chamber of Commerce in Indonesia (BritCham) dan DPN Pemuda Tani HKTI dengan British Chamber of Commerce in Indonesia Young Professionals & Entrepreneurs Group (BritCham YPEG).

Ketua Pemuda Tani HKTI, Rina Saadah menyatakan, Rakornas ini momentum berkumpulnya pelaku usaha pertanian terutama dengan pemerintah yang diwakili oleh menteri-menteri terkait.

“Kami harapkan dapat melahirkan bibit-bibit manusia yang berkualitas, yang juga sama-sama bercita-cita ingin mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara agraris terbesar dunia,” ujar Rina di Jakarta. Ia menambahkan, Pemuda Tani HKTI merupakan salah satu badan otonom dari HKTI yang dideklarasi pada 25 Agustus 2017 di Jakarta.

“Semoga niat tulus organisasi kami dengan dipimpin oleh Dewan Pengurus Nasional HKTI (DPN HKTI) Ketua Umum Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dapat diterima oleh para pengusaha/konglomerat di Indonesia, karena niat dan kerja keras kami saja tidak akan cukup, tanpa diperoleh bantuan dari pelaku usaha/konglomerasi,” ujar Bendahara Umum Pemuda Tani HKTI, Jandi Mukianto.

Data BPS tahun 2015 mencatat, sektor pertanian lebih didominasi petani dengan usia lanjut. Kelompok petani usia di bawah 34 tahun hanya berjumlah 3,36 juta atau hanya 12,85 persen, dari total 26,14 juta rumah tangga petani. Selebihnya merupakan petani dengan usia 34 tahun ke atas atau 87,14%.

Sementara data lain menyebutkan bahwa usia petani Indonesia pada 2013 terdiri 61,8% berusia lebih 45 tahun, 26% berusia 35-44 tahun dan 12% berusia kurang dari 35 tahun.

Jandi menambahkan, Rakornas kali ini mengambil tema ‚ÄúDari Pemuda Untuk Pertanian Indonesia” dengan tiga tujuan. Pertama, membangkitkan semangat pemuda untuk terjun ke dunia pertanian. Kedua, meningkatkan profesi petani pada generasi muda. Dan ketiga, membangun kemitraan menuju produk unggulan pertanian. (Yan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*