Asri Manikwati Guru Honorer makin Enjoy Menekuni Dunia Wirausaha setelah Mendapatkan Bantuan WP dari Kemenkop-UKM

Pipnews.co.id, Surakarta – Banyak pengalaman menyedihkan dirasakan para guru honorer di Indonesia. Kesejahteraan sangat minim dan status pekerjaan yang tidak kunjung jelas. Hal ini juga dialami Asri Manikwati (37), seorang guru honorer di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Surakarta, Jawa Tengah.

Mengabdi hampir 13 tahun Asri dengan setia menekuni pekerjaannya sebagai guru honorer, karena memiliki harapan bisa diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Gaji honor sebesar Rp 1,6 juta yang diterima setiap bulan memang tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, namun ia tidak patah semangat.

Untuk mencari solusi mengatasi kebutuhan ekonomi keluarga yang terus bertambah, ia pun memulai nyambi usaha. Tahun ini sudah memasuki tahun ketiga, atau tepatnya 2015, Asri menekuni usahanya di bidang produksi pakaian jadi dan batik. Tentu saja pekerjaan utama sebagai pengajar tetap dilakoni dengan semangat. Lagi-lagi soal keterbatasan modal sehingga membuat usahanya diakui sulit untuk berkembang karena produksinya sangat terbatas.

Hingga akhirnya pada awal 2018 Asri menerima bantuan modal program Wirausaha Pemula (WP) dari Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp13 juta. Dana tersebut, langsung dimanfaatkan pemilik usaha bernama Adijaya Tailor & Boutique ini. dana tersebut lalu dibelanjakan untuk membeli sebuah mesin obras dan mesin jahit dinamo.

Dengan memiliki tiga orang tenaga kerja, membuat usahanya kini mampu memproduksi 200 potong pakaian per minggu, dari sebelumnya hanya 60 potong. Tak hanya itu, hasil produksinya juga sudah menembus ritel modern dan dipasarkan hingga ke sejumlah wilayah di luar Surakarta.

“Alhamdulilah, sekarang omset kita per bulan sudah Rp 7 juta. Ada niat mau dikembangkan penjualan ke online (e-commerce),” ucap lulusan Tata Busana Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini, saat ditemui di tempat usahanya di Jalan Joko Tingkir, Pajang, Surakarta, Sabtu (4/8).

Namun Asri mengaku masih belum terlalu memahami pemasaran dan penjualan produknya melalui berbagai marketplace e-commerce. Bahkan, satu-satunya sarana penjualan di Instagram yang dimilikinya pun tidak terlalu aktif.

Ia berharap, ke depan dapat mengikuti pelatihan Bimbingan Pemasaran Produk KUKM melalui E-Commerce yang kebetulan digelar Kementerian Koperasi dan UKM di Surakarta. “Kebetulan saya tidak masuk menjadi peserta, ke depan harapannya bisa ikut bimbingan untuk mengembangkan pemasaran,” ungkap Asri.
Di tempat terpisah, Konsultan Online Marketing, Heri Berus Triadmadja (Om Ber) mengatakan, strategi pemasaran melalui berbagai platform media sosial (medsos) dan e-commerce menjadi kunci perkembangan sebuah usaha. Dengan strategi yang tepat, tak sedikit pelaku UMKM kini menanjak menjadi pengusaha kelas atas.

“Kuncinya niat dan kemauan. Pasti semua orang punya smartphone, manfaatkan fasilitas itu karena gratis. Jika tidak mengerti, bisa meminta bantuan anak atau keluarga untuk membuat akun medsos dan membuat toko di marketplace e-commerce,” jelas Om Ber kepada 100 peserta bimbingan pemasaran e-commerce bagi UMKM di Surakarta.

Masih menurut dia, perkembangan teknologi yang pesat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha UMKM di Indonesia. Melalui e-commerce dan medsos, pemasaran produk tidak memiliki batasan dan bahkan bisa menjangkau sampai mancanegara.

Sebagai informasi, Kementerian Koperasi dan UKM mengalokasikan anggaran program Wirausaha Pemula sebesar Rp 26,1 miliar dengan target penerima bantuan sebanyak 1.831 WP, dengan nilai bantuan Rp 10 -13 juta setiap WP. Program WP ini diharapkan sebagai stimulan bagi pelaku UMKM di Indonesia untuk mengembangkan usaha dan dapat mengakses pembiayaan yang lebih besar melalui jalur perbankan. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.