Enam Koperasi dan Kelompok Peternak Sapi Jabar MoU dengan PT Frisian Flag Indonesia

Pipnews.co.id, Bandung 1 September 2018

Enam koperasi dan kelompok peternak sapi perah di Jawa Barat menandatangani MoU untuk mempererat kerja sama dengan PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Di antaranya penerapan tata kelola dan tata laksana peternakan yang baik (Good Dairy Farming Practice).

Keenam koperasi dan kelompok peternak Jawa Barat yang bekerja sama tersebut adalah Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Koperasi Bayongbong Garut, Koperasi Saluyu Kuningan, Kelompok Peternak Sinar Mulya, dan Kelompok Peternak Lembah Kemuning.

Corporate Affairs Director FFI, Andrew F Saputro, mengatakan penandatanganan MoU dengan koperasi dan kelompok peternak sapi perah di Jawa Barat menjadi langkah FFI untuk memperkuat komitmen dalam menyejahterakan peternak sapi perah Jawa Barat.

“Kami bahkan sedang menyiapkan sebuah Desa Susu (Dairy Village) yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini. Harapannya, Desa Susu ini bisa menjadi proyek percontohan GDFP bagi peternak di Indonesia,” ujar Andrew melalui siaran pers (30/8/2018).

Bagi FFI, katanya, peternak sapi perah lokal di Jawa Barat merupakan salah satu mitra strategis yang mendukung perusahaan, baik untuk membantu pemerintah memenuhi kebutuhan susu di Indonesia maupun untuk menumbuhkan bisnis perusahaan. Hal inilah yang mendasari komitmen FFI untuk terus memperkuat kemitraan dengan peternak sapi perah lokal, baik melalui koperasi susu maupun kelompok peternak, yang telah dimulai sejak tahun 1996.

“Peran peternak sapi perah lokal Indonesia sangatlah penting bagi kami di FFI. Merekalah yang selama ini memastikan kelancaran produksi produk susu kami dengan menyediakan bahan baku susu sapi segar berkualitas. Karena itulah kemitraan dengan koperasi susu dan kelompok peternak sapi perah memang sudah dilakukan sejak lama dan akan terus berlanjut,” ujarnya.

Bahkan kemitraan ini tidak hanya terbatas pada penyerapan bahan baku susu segar untuk diproduksi, namun juga menjadi upaya pemberdayaan peternak, kata Andrew. Pihaknya ingin para peternak mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil susu ternaknya yang secara jangka panjang akan berdampak pada perekonomian.

Sementara itu, Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) sekaligus Ketua KPSBU Lembang, Dedi Setiadi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif FFI. Melalui penandatanganan MoU ini, katanya, para peternak memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh FFI.

“Dengan demikian, kami bisa mengembangkan diri untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil susu ternak yang sangat berpengaruh bagi kesejahteraan peternak sapi perah. Kami berharap penandatanganan MoU ini bisa menjadi awal penguatan kemitraan jangka panjang serta mampu mendukung kehidupan yang lebih baik untuk para peternak sapi perah binaan kami,” ujar Dedi.

Penandatanganan kesepakatan ini merupakan bagian dari Dairy Development Program (DDP), sebuah program yang memberikan pengetahuan teknik dan non-teknik serta pendampingan kepada peternak yang telah dijalankan FFI sejak 1996. Dari kesepakatan ini, terdapat berbagai kegiatan andalan FFI yang akan diikuti para peternak sapi perah.

Program yang dijalankan dengan enam koperasi dan kelompok peternak sapi ini adalah Farmer2Farmer yang merupakan program berbagi ilmu antara peternak sapi perah Belanda dan peternak sapi perah lokal

Program Young Farmer Academy menggelar penjaringan dan pendampingan generasi muda untuk menjadi peternak sapi perah dan membangun organisasi peternak muda. Program Milk Collection Point (MCP), merupakan penyediaan tempat penampungan susu yang dilengkapi dengan sistem otomasi.

Program lainnya adalah Dairy Village, merupakan program penerapan peternakan yang modern menggunakan teknologi, berkelanjutan, dan juga ramah lingkungan.

Menurut data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat pada 2016, terdapat lebih dari 123.000 ekor sapi perah di wilayah Barat dengan jumlah peternak sapi perah yang terdaftar sebagai anggota koperasi sebanyak lebih dari 20.000 orang.

Dengan kondisi alam yang ada di Jawa Barat, potensi pertumbuhan industri peternak sapi perah masih sangat tinggi sehingga menjadi fokus area FFI dalam mendukung perkembangan peternak sapi perah Indonesia.

Penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan para peternak sapi perah lokal tidak hanya akan dilakukan FFI dengan koperasii dan kelompok peternak sapi perah di Jawa Barat September 2018 mendatang, FFI juga akan melaksanakan penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan koperasi dan kelompok peternak sapi perah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. (Tribun/Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.