Expo Kopi Yang Digelar Kokopi Berjalan Sukses dan Meriah

Pipnews.co.id, Jakarta 3 Februari 2018

Berjalan sukses dan meriah. Setidaknya, begitulah yang tampak saat Expo Kopi berjudul The Indonesia Expo Coffee 2018 yang digelar atas kerjasama Koperasi Komunitas Kopi Indonesia (Kokopi) bersama Blok M Square dan Tokopedia di Pelataran Parkir Blok M Square, Jakarta Selatan pada 2-4 Februari 2018.

Bukan apa-apa, dikatakan sukses, adalah karena pengunjungnya cukup membludak memadati lokasi tempat dimana Expo dilaksanakan. Sementara stand atau tenda yang disediakan oleh panitia untuk pameran atau tempat jualan kopi, hampir semua terisi oleh peserta Expo, yang terdiri dari beragam stakeholders perkopian.

“Sedikitnya ada 48 stand yang terisi oleh peserta Expo dan itu sudah lebih dari 95 % dari stand yang tersedia,” tutur Ronald, Ketua Kokopi, di sela acara pembukaan Expo, yang mengambil tema “Saatnya Kerja Untuk Kopi Indonesia”.

Ronald mengatakan, sebagian besar dari peserta Expo datang dari komunitas kopi Indonesia, ada petani kopi, ada produsen/pabrik kopi, ada pedagang kopi dan juga pemilik kafe kopi.

“Bahkan, termasuk produsen dari alat-alat perlengkapan pengolah kopi atau mesin kopi, juga turut ambil bagian dalam Expo ini,” ujar  Ronald. Seraya menambahkan Kokopi yang  didirikan tahun lalu beranggotakan 90 orang yang tersebar di 11 provinsi.

Pembukaan Expo dihadiri oleh Pejabat Direktorat Perkebunan Kementerian Pertanian, Kementrian Parawisata dan Kementrian Koperasi dan UKM RI  juga diwarnai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kokopi dengan mitra kerjanya. Antara lain Kementerian Pariwisata, Kementerian Perdagangan, PT Pupuk Indonesia dan Media Indonesia. Kecuali itu, juga dengan pengelola Tokopedia dan pengelola Blok M Square.

Sementara itu, Adji Gutomo, ketua panitia pelaksana mengatakan, tujuan dari pelaksanaan Expo Kopi, selain untuk menjembatani transaksi penjualan kopi antara petani kopi sebagai produsen kopi, pedagang kopi dengan konsumen peminum kopi, sekaligus juga untuk memperkenalkan betapa kayanya perkopian Indonesia.

Dia menjelaskan, ada banyak  macam rasa kopi di Indonesia, yang meskipun misalnya jenisnya sama sama arabika, tapi cita rasa dan aromanya masing-masing punya keunggulan tersendiri. “Atau dengan kata lain, cita rasanya tergantung dari mana asal daerahnya,” kata Adji Gutomo,

Saat ini di Indonesia sudah ada 26 jenis kopi yang sudah mempunyai sertifikat Geographical Indications (GI). Kopi Indonesia kata Adji memang tidak lagi sekadar dikenal di tanah air, tapi sudah mendunia hingga manca negara.  Kopi Gayo dari Aceh misalnya, adalah satu diantara yang berkualitas dunia. Lainnya Kopi Lintong (Sumatera Utara), Kopi Malabar (Jawa Barat) dan Kopi Toraja (Sulawesi Selatan).

Menurut Adji, Indonesia memang dikenal sebagai produsen kopi terbesar ke-4 didunia, dengan lahan kopi seluas 1.233.483 hektare. Pada 2017 produk kopi Indonesia, tak kurang dari 637 ribu ton,

Dia mengatakan, dunia perkopian di tanah air akhir-akhir ini memang berkembang sangat pesat. Mereka yang mulanya hanya sekadar menikmati kopi instan kini telah beranjak ke kedai kopi dan menikmati aneka kopi dengan level lebih tinggi. Dari data International Coffee Organization (ICO) menunjukkan pertumbuhan peminum kopi di Indonesia berkembang pesat, bahkan lebih besar (8%) daripaga duania (6%). (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.