Guna Tingkatkan Citra dan Popularitas UMKM Kuliner Indonesia, Menkop dan UKM Gandeng Aktivis Brand Lokal


Pipnews.co.id, Jakarta – Guna mendongkrak citra dan merek UKM kuliner di Indonesia, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menggandeng para aktivis brand lokal. Diperlukan langkah akselerasi untuk mendongkrak citra dan popularitas brand lokal, terutama yang bergerak di bidang pangan di tanah air.

Demikian disampaikan Arto Biantoro, Local Brand Activist setelah bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Kantor Menteri Koperasi dan UKM Jakarta, Jumat petang (20/12).

Ia menambahkan, pada Pemerintahan Jokowi periode sebelumnya, telah dirancang misi bersama untuk mengakselerasi brand lokal sampai 2025. Sehingga untuk melanjutkan misi bersama itu kata Arto, pihaknya dengan pemerintah melakukan akselerasi dengan brand lokal start up pangan. “Untuk itulah kami sepakat mendukung Kementerian Koperasi dan UKM mengakselerasi brand-brand lokal milik start up kuliner di Indonesia, melalui berbagai langkah yang akan dirumuskan bersama,” jelasnya.

Adapun Chief Marketing Officer Ultra Bonnie Susilo yang juga Perwakilan dari Perkumpulan Food Startup Indonesia, menambahkan, pihaknya ingin melanjutkan program yang diinisiasi bersama Pemerintah yakni Food Start Up Indonesia. “Dalam program ini, kami bersama-sama pemerintah memberikan capacity building kepada UMKM Indonesia dalam skala masif agar bisa terakses dengan pasar dan permodalan,” ujarnya.

Masih kata Bonnie, kepada Menteri Koperasi dan UKM ia menyampaikan usulan enam langkah dalam satu tahun ke depan untuk mengakselerasi dan menyetandarisasi bisnis start up kuliner dalam skala masif. Diantaranya mengusulkan capacity building, kemudian menjaring para talenta dari 10.000 start up diharapkan bisa menjaring 1000-3000 startup dengan pitch deck paling potensial. “Kami akan mengkurasi lagi menjadi 100 untuk kita lakukan booth camp dan kemudian produk atau bisnisnya kita pertemukan dengan value atau produk yang sejalan dengan ‘national interest,” jelasnya lagi.

Selanjutnya dari booth camp diharapkan para start up itu bisa memproduksi 1 juta produk dengan value yang menonjolkan keunggulan kuliner Indonesia.

Memperhatikan hal tersebut, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan apresiasi yang tinggi dan berminat untuk berkolaborasi lebih lanjut dalam upaya mengakselerasi food start up Indonesia. “Apa yang mereka rancang ternyata sejalan dengan apa yang sudah kami rencanakan untuk mendorong UKM di bidang kuliner semakin berkembang dan brand-brand lokal semakin populer dan disukai pasar,” kata Teten.

Ultra dan sejumlah perusahaan lain sebagai salah satu perusahaan inkubator bagi start up kuliner bahkan telah menyiapkan modul dan langkah-langkah konkret termasuk memiliki data base yang akan mendukung sukses program Kementerian Koperasi dan UKM. (Slamet AW).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.