Induk KUD Memperluas Jaringan Bisnis Dengan Pola Kerjasama

Pipnews.co.id, Jakarta 25 Januari 2018

Perluasan jaringan bisnis Induk Koperasi Unit Desa (Induk KUD) dengan pola kerjasama masih terus berlanjut. Fenomena seperti inilah yang tampak pada seremonial pembukaan Rapat Anggota Program (RAP) Induk KUD Tahun 2018, yang digelar di Hotel Millenium, Jakarta (24/1/2018).

Dalam momentum itu, sedikitnya ada empat nota kesepahaman, atau Momorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani antara Induk KUD dengan mitra kerjanya, yang dalam hal ini dilakukan oleh Ketua Umum Induk KUD Herman L Wutun dan Sekretaris Umum Sitatin Abas dari unsur Induk KUD.

Mou pertama antara Induk KUG dengan PT Siera Nusa Gas dibidang penyaluran Gas LPG 4,5 kg, 8 kg, 15 kg dan 60 kg. Kemudian kerjasama Induk KUD dengan PT Macan Mengaum Indonesia dibidang distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Selanjutnya MoU antara Induk KUD dengan anggotanya Pusat Koperasi Pedagang Pasar (Puskoppas) DKI Jakarta dalam hal pembangunan pasar-pasar di wilayah DKI Jakarta. Terakhirkerjasama dalam Pembentukan Perusahaan Kargo Udara, dengan pihak mitra kerja dari Perusahaan Jepang.

Penandatangan MoU ini, selain disaksikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram juga oleh Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Moh. Sukri, serta puluhan orang mitra kerja Induk KUD yang datang dari China, Jepang,Taiwan, Malaysia dan Singapura. Di sana juga tampak pengusaha tekstil Marimutu Sinivasan dan Pakar Pertanian/Beras HS Dilon.

Herman Wutun mengatakan, dalam mengelola bisnisnya Induk KUD tidak sekadar bermain sendiri, tapi juga banyak dilakukan melalui kerja sama, baik itu dengan pebisnis lokal di Indonesia maupun manca negara. “Sebut saja misalnya China adalah satu diantaranya, dan lainnya, Jepang, Taiwan, Korea, Malaysia dan Singapura,” ujar Herman.

Terkait dengan bidang bisnis yang dikerjasamakan dengan pihak luar, Herman menunjuk antara lain pembangun sebuah pabrik tapioka (tepung pati ubi kayu) di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung. Pabrik ini sudah mulai uji coba produksi dengan produksi tapioka 400 ton per hari, atau mengolah 1.600 ton bahan baku singkong basah per hari.

Juga ada kerjasama dengan Controilet Inc. dari Taiwan dalam pembangunan pabrik mini kelapa sawit di Kabupaten  Muaro Jambi, Provinsi Jambi dengan kapasitas 5 ton perjam. Unit usaha ini dilakukan bersama-sama dengan anggotanya Pusat Koperasi Unit Desa (Pusat KUD) Jambi. Sedang kenapa pabriknya dibangun katagori mini, kata Herman itu untuk efisiensi, kerana memang lahan serta produksi sawit masing-masing KUD masih terbatas. “Yang penting kelapa sawitnya tidak jauh-jauh diangkut serta tidak rusak,  karena pabriknya dibangun di seputar kebun sawit milik koperasi,” ujar Herman.

Ia mengatakan, di luar itu juga ada kerjasama dengan Ise Food Inc Group. dalam pengembangan peternakan ayam petelur dan sekaligus pemasaran produksinya di Indonesia. Bahkan termasuk kerjasama dengan Penanaman Modal Asing (PMA) dengan Business One Holdings Co.Limited dari China, juga sudah pernah dilaksanakan.

Menhakhiri laporannya, Herman mengaku kini Induk KUD masih memiliki gedung bertingkat delapan (8), yang sebagaian besar ruanganya dipersewakan sebagai binsis properti. “Kita hanya memamakai satu lantai sedang sisanya 7 lantai dipersewakan dengan pendapatan Rp 4 miliar pertahun,” imbuh Herman.

Di luar itu tambahnya, juga masih ada bangunan tidak bergerak berupa Pusat Pendidikan Kilat (Pusdiklat) Gerakan Koperasi Indonesia Gerkopin) di Sumedang, Jawa Barat dengan kapasitas 100 kamar. Kata dia , tahun lalu binis poroperti ini meraup pendapatan Rp 600 juta. (Yan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.