Kemenkop dan UKM Lanjutkan Revitalisasi Pasar 51 Unit Pada 2018

pipnews.co.id, Jakarta 23 Januari 2018

Kementerian Koperasi dan UKM terus melaksanakan program revitalisasi pasar tradisional. Program yang ditargetkan pemerintah pusat terkait pemberdayaan ekonomi rakyat. Sudah dilakukan mencapai ratusan unit pasar di berbagai daerah.

Program tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat dengan menargetkan 5.000 unit pasar tradisional direvitalisasi selama periode 2014-2019. Tujuan revitalisasi ini untuk membuat agar kondisi pasar tampak lebih bersih, nyaman dan tertata. Mengingat selama ini pasar tradisional selalu dikonotasikan dengan tempat yang kumuh, becek.dan bau.

Menurut Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran I Wayan Dipta, jumlah pasar tradisional saat ini sebanyak 13.450 unit, dengan menampung sebanyak 12,6 juta pedagang kecil. Dari sejumlah tersebut diharapkan setiap tahun ada 1.000 unit pasar yang direvitalisasi.

Walau pun ditegaskan Wayan untuk mencapai target maksimal pertahun itu cukup berat. Mengingat banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya terbatasnya jumlah anggaran. Masih kata Wayan, anggaran yang disediakan pemerintah pusat untuk merevitalisasi berkisar pasar Rp 950 juta per unit. Sedang untuk pasar besar anggaran yang diberikan hingga Rp 3 miliar.

Pada  periode 2015-2017 institusinya telah merealisasikan sebanyak 196 unit pasar tradisional. Dari jumlah tersebut terdiri dari tiga kriteria, yaitu pasar rakyat di daerah regular, daerah tertinggal dan daerah perbatasan, tersebar di 157 kabupaten/kota di 31 provinsi. Selanjutnya pasar-pasar yang telah dipugar itu pengelolaan diserahkan kepada koperasi pasar (koppas).

Khusus pada 2017 lalu, Kemenkop dan UKM telah memugar sebanyak 48 pasar di 19 provinsi, tersebar di 48 kabupaten/kota. Menelan  anggaran sebanyak 89,5% dari total yang disediakan Rp 45,6 miliar. Untuk 2018 ini jumlahnya meningkat menjadi 51 unit yang akan direvitalisasi tersebar di 51 kabupaten/kota di 29 provinsi.

“Dari jumlah 51 unit ini 25 unit pasar berada di daerah perbatasan/tertinggal dan 26 unit pasar di daerah reguler,” jelas Wayan Dipta, di Kantornya, pekan kemarin.

Terkait pengelolaan pasar oleh koperasi, Wayan menjelaskan rata-rata pasar yang telah direvitalisasi itu, koperasi memang terlibat mengelola dan sebagai pengelola penuh. Kenyataanya imbuh Wayan, koperasi juga mempunyai cukup baik mengelola pasar. Misalnya Koppas Gemah Ripah, Gamping, Sleman-DIY dan Koppas Medal Raharja di Majalengka, Jawa Barat. Pengelolaan tersebut meliputi sewa-menyewa kios, parkir dan kebersihan pasar.

Pasar Bayunggede Diresmikan Menkop

Bukti kesemangatan Kementerian Koperasi dan UKM melakukan program revitalisasi pasar tradisional, pada Januari tepatnya Selasa (16/1) kembali Menteri Koperasi dan UKM, AA Gede Ngurah Puspayoga meresmikan beroperasinya Pasar Rakat Desa Bayunggede, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Pada acara tersebut menteri berharap pasar tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi para pedagang dan masyarakat sekitarnya. Pemkap Bangli sendiri imbuh Puspayoga, mengajukan rencana revitalisasi tiga pasar tradisional kepada institusi yang dipimpinnya sebanyak tiga unit, tetapi baru satu unit pasar yang terealisasikan, yakni Pasar Rakyat Bayunggede.  Sedang dua pasar lainnya masih harus memenuhi syarat administrasi terutama hal perizinan dan penyediaan lahan, serta aset yang jelas kepemilikannya.

Pasar Rakyat Bayunggede termasuk program revitalisasi Kemenkop dan UKM tahun anggaran 2017 dengan alokasi dana Rp 684 juta. Pembangunan kembali Pasar Bayunggede ini merupakan solusi dari kendala yang dihadapi para pedagang, terhadap sulitanya akses pasar, dan ketersediaan tempat usaha yang layak.

Puspayoga juga menegaskan pengelolaan pasar tradisional ini sebaiknya diserahkan penuh kepada Koperasi Kerta Wisata Bayunggede. “Pengelolaannya harus diserahkan ke koperasi pasar. Caranya contoh saja Koppas Srinadi, Klungkung. Dia sudah mampu membangun toko bangunan, supermarket dan pariwisata. Ini kan pengelolannya sudah profesional,” jelasnya. AWes. 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.