Kemenkop Luncurkan GMW untuk Tumbuhkan Wirausaha Baru

PIPNews, Bandung- Cara menumbuhkan wirausaha baru khususnya di kalangan mahasiswa, Kemenkop dan UKM mempuyai jurus bernama program Gerakan Mahasiswa Wirausaha (GMW). Program ini tidak lama lagi akan diluncurkan.

Agar program ini berjalan sesuai rencana harus terus disosialisasikan kepada mesyarakat bersangkutan. Program yang mulai disosialisasikan pada Maret ini juga telah dilakukan kerja sama dengan perguruan tinggi di 9 provinsi. “Gerakan Mahasiswa Wirausaha ini akan disosialisasikan Maret mendatang, bekerja sama dengan perguruan tinggi di sembilan provinsi,” jelas Menkop dan UKM, Puspayoga, saat menjadi Keynote Speech pada acara Indonesia Business Forum Viva Youth Festival, di Univertas Padjajaran, Bandung, Rabu, (21/02).

Kesembilan provinsi tersebut sambung Menkop, meliputi, Banda Aceh, Medan, Palembang, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surabaya dan Denpasar. Kata menteri para mahasiswa akan diberikan pelatihan dan keterampilan sesuai minat dan bakat yang mereka miliki. Untuk lebih dipahami Kemenkop pun akan melibatkan TV lokal dalam gerakan dimaksud.

Puspayoga berharap dengan adanya gerakan ini, lulusan perguuan tinggi (PT) tak hanya mendambakan menjadi pegawai, baik PNS atau swasta, tetapi sebaliknya bisa menciptalan lapangan kerja sendiri, yang selanjutnya kalau sudah mengalami perkembangan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Terhadap program yang digadangnya itu Menteri Puspayoga pun optimis akan mampu menumbuhkan wirausaha baru di PT, sehingga akan menambah rasio kewirausahaan secara nasional, dimana saat ini masih dalam kisaran angka 3,1 persen. “Pencapaian rasio kewirausahaan 3,1 persen pada 2016 itu memang menggembirakan, karena pada 2014 rasionya masih di 1,55%. Namun kita ingin lebih tinggi lagi,” ujar Puspayoga semringah.

Puspayoga menambahkan, bahwa Indonesia akan bisa mengejar dan menyamai rasio kewirausahaan Malaysia yang kini berkisar 5 persen. Dia menargetkan pada periode 2019 akan berhasi menyamai, ”Saya optimis ini akan tercapai pada 2019 mendatang,” katanya.

Mahasiswa sebagai generasi milenial imbuh Menkop, pada umumnya memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi wirausaha atau entrepreneur. Dimana ciri generasi milenial itu antara lain, memiliki kepercayaan diri dan kreativitas yang tinggi, serta jaringan yang luas. “Ini adalah ciri-ciri seorang entrepreneur, tinggal dipoles sedikit saja maka jadilah ia entrepreneur,” jelasnya.

Tetapi Menkop juga menggaris-bawah generasi milenial ini pun memiliki kelemahan. Diantaranya tidak begitu suka menabung, cenderung lebih suka ke kafe atau kongkow sambil main gadget, dari pada kegiatan posistif lainnya, semisal ke perpustakaan membaca buku yang bisa menunjang aktivitasnya.

Hal-hal seperti itu kata dia harus diperbaiki. Mereka dituntut agar mampu merubah kelemahan menjadi satu kelebihan. “Kalau itu bisa dilakukan maka saya optimis generasi milenial akan jadi generasi yang produktif,” katanya.

Sementara Billy Boen sang pendiri Young On Top juga membagikan tips kepada mahasiswa maupun generasi milenial yang ingin berwirausaha. Kata dia ada beberapa hal yang perlu dihindari yaitu, jangan mengikuti tren, jangan copy-paste, dan jangan mendirikan startup diri sendiri. “Saya punya patner bisnis lebih dari satu orang, karena ketika kita mengalami down saat business plan gagal, kita dapat berdiskusi dengan patner bisnis untuk membantu kita,” ujarnya.

Dengan demikian kolaborasi sangat penting untuk para calon entrepreneur dalam meniti awal bisnisnya. Kolaborasi diperlukan agar dapat menguasai pasar. Billy juga berpesan agar tidak menaruh semua uang yang dimiliki dijadikan modal. Sebab, jika gagal akan mengakibatkan depresi. Lebih baik kata dia, 10-20% uang yang diinvestasikan untuk modal.

Terkait copy-paste Billy menilai itu sebuah kunci sukses untuk menjadi gagal. Dia mencohntohkan soal maraknya tech-startup yang tidak memiliki konsep lain, sehingga diantara mereka yang meniru itu yang bangkrut, karena konsep yang digunakan sama dengan yang online lainnya.

Oleh karena itu Billy menekankan calon entrepreneur harus memulai bisnisnya dengan apa yang menjadi passion dirinya. “Dengan begitu para entrepreneur mengetahui apa yang harus dijalaninya,” pungkasnya. (AWes).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*